Masyarakat Khawatirkan Bencana Besar

Penemuan Intan Putri Malu

Kamis 10 Januari 2008

MARTAPURA– Penemuan intan berukuran 200 karat di Sungai Kupang, Desa Antaraku, Pengaron, Banjar, yang dinamakan Putri Malu, saat ini menjadi buah bibir warga. Hampir di semua sudut desa membicarakan penemuan intan yang ukurannya melebihi intan Trisakti itu.

Tak hanya seputar betapa beruntungnya penemu intan, atau tentang penemu yang kaya mendadak, pembicaraan warga juga mengarah pada prediksi atau perkiraan kemunculan musibah seiring dengan penemuan intan berukuran besar itu.

Pamandiran warga itu bukan tanpa sebab. Tapi, dikaitkan dengan sejumlah musibah yang pernah terjadi seiring dengan penemuan intan berukuran besar.

“Beberapa hari setelah penemuan intan Trisakti di Cempaka (Banjarbaru), Pasar Martapura terbakar habis. Habis itu (intan) Trisakti dibawa ke Jakarta, terjadi peristiwa G 30 S PKI di sana. Kalau yang ini (Putri Malu, Red.), entah musibah apa yang muncul,” ujar seorang warga yang minta namanya tak disebutkan.

Dari cuaca saat ini, warga mengkhawatirkan akan musibah banjir besar yang melanda Kabupaten Banjar. Apalagi Kabupaten Banjar memang daerah yang langganan banjir pada saat musin hujan tiba.

Ulama kharismatik dari Martapura, KH M Djazouly Seman atau Abah Anang, yang diminta komentarnya terhadap hal itu, mengharapkan masyarakat agar jangan terlalu berlebihan.

“Mudah-mudahan itu cuma kebetulan saja,” ujarnya saat ditemui di kediaman, Martapura, Rabu (9/1) siang.

Abah Anang juga ingat akan musibah kebakaran besar yang terjadi di Pasar Martapura pada 1965, yang terjadi setelah penemuan intan Trisakti.

“Selain itu memang ada beberapa penemuan intan berukuran besar yang kebetulan bersamaan dengan musibah. Ada beberapa lagi, tapi Abah Anang lupa. Tapi, tidak apa-apa, mudah-mudahan itu cuma kebetulan saja,” katanya.

Sepengetahuannya, ada penemuan intan terbesar di dunia, yakni di Eropa, yang dinamakan intan Koh I Nor (Ainor), yang juga diiringi dengan banjir besar.

“Abah Anang lupa tahun berapa itu. Kalau tidak salah, 17 atau 18 berapa…,” ujarnya.

Abah Anang juga mengingatkan kepada penemu intan agar penemuan ini jangan sampai membuat penemunya terlena dan lupa.

“Jangan sampai kamirawaan, tapi malah lebih meningkatkan iman dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Banyak-banyak bersyukur sebagai ungkapan terimakasih kepada Allah yang telah memberikan rezeki. Sebab, penemuan ini juga merupakan cobaan dari Allah,” ingatnya.

Mengenai rencana penemu intan untuk menggelar selamatan, Abah Anang menyambut baik rencana itu.

“Bagus sekali untuk menggelar syukuran. Tapi lebih baik lagi dengan mengundang fakir miskin dalam syukuran itu,” katanya. ofy

Penawaran Ditutup

Penemuan intan berukuran besar yang dinamakan Putri Malu saat ini memang menghebohkan banua. Pambakal Antaraku, Israniansyah alias Isra yang menjadi juru bicara penawaran, saat ini terpaksa ‘memingit’ Putri Malu atau menutup penawaran terhadap intan itu.

Hal demikian dilakukan sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan. Alasannya, pihak penemu intan terlebih dulu harus memeriksakan kualitas intan sebelum bisa menetapkan harga jual.

Berdasarkan informasi yang didapat, penawaran tertinggi Putri Malu itu diajukan Habib Abdullah dari Martapura yang menawar Rp800 juta.

Hingga Rabu (9/1) siang, telepon Pambakal Isra terus berdering dari penelpon yang rata-rata menanyakan intan tersebut hingga melakukan penawaran.

“Kita sementara ini menutup penawaran karena harus memeriksakan intan ini dulu. Kalau orang yang menelepon menanyakan dan menawar intan ini dari kemarin hingga sekarang, banyak,” ujarnya saat dihubungi Rabu (9/1) siang.

Terakhir, jelasnya, petinggi PT Pama di Jakarta menyatakan pula keinginannya terhadap intan itu dan sudah pula melakukan penawaran.

“Melalui orang PT Pama yang di Sungai Pinang, bos PT Pama di Jakarta ada menawar. Namun sementara ini kita masih belum bisa menetapkan harga sebelum diperiksa dulu. Kapan memeriksanya, kita belum tahu,” kata pambakal tanpa menyebutkan harga penawaran bos PT Pama itu.

Penelepon yang menawar intan, paparnya, kebanyakan dari wilayah Kalsel.

Disinggung mengenai ada kabar akan kekhawatiran penemuan intan itu diiringi dengan musibah yang datang, ia mengaku sempat ada kepikiran tentang hal itu.

“Ada yang mengkhawatirkan bencana yang akan datang seiring dengan penemuan intan ini. Makanya kita berencana untuk menggelar selamatan di Antaraku. Namun kita belum menentukan kapan selamatan itu akan digelar,” ujarnya.

Sementara itu, Desa Antaraku, saat Rabu (9/1), semakin banyak dikunjungi warga yang hendak melihat atau mendengar langsung kabar penemuan intan itu hingga hendak menawar.

“Warga yang datang ke Antaraku semakin ramai. Hari ini lebih ramai dari hari sebelumnya,” ujar Hasan, warga Pengaron. ofy

Iklan

2 Komentar

  1. minta foto nya dong

  2. Berbahagialah team yang mendapatkan galuh sebesar 200 karat, semoga dari hasilnya penuh berkah dan manfaat, tapi tolong jangan terlena karena itu hanya cobaan dari allah swt,, tapi tolong bercermin kebelakang setelah mendapatkan intan tsb yang dulu-dulu, berbagai bencana hadir di daerah serambi mekah kita (martapura), dan indonesia pada umumnya..

    selamat sekali lagi saya ucapkan…

    jgn lupa beramal ya masssss…….


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s