Shabu untuk Ongkos Persalinan

Kamis, 9 Januari 2008

BANJARMASIN– Dedi Syupriadi alias Dedet (25) bingung memikirkan biaya ongkos persalinan. Bingung pula karena harus berpisah dengan istri dan buah hati pertamanya itu, entah sampai kapan.

Total yang harus dibayar buruh di tempat penumpukan barang bekas yang tinggal Jl Teluk Tiram Darat, Gg Bahagia RT35, Banjarmasin Barat, ini kepada bidan adalah sebanyak Rp500 ribu.

Ia baru bayar separuh. Akhirnya ia melihat peluang ketika temannya menawarkan usaha. Namun ternyata bisnis tersebut adalah mengedarkan shabushabu.

Tak ada pilihan, demi melunasi utang, ia nekad melakoninya juga. Begitu ada yang memesan kristal laknat tersebut, ia pun segera mengupayakan.

Berhasil mendapatkan ‘barang’, dan transaksi disepakati dengan calon pembeli, ia mendatangi sobatnya, Fahrul Razi alias Arul (28),

Selasa (8/1) sekitar pukul 21.00 Wita.

Setelah berhadapan dengan calon pembeli, bayangan mendapatkan uang untuk bisa melunasi ongkos persalinan istrinya langsung buyar. Kenyataan, dirinya dan juga Arul malah langsung ditangkap polisi.

Rupanya, pemesan itu tak lain tak bukan adalah anggota Satnarkoba Poltabes Banjarmasin yang menyamar. Sang ayah muda dan tetangga sebelah rumahnya itu pun langsung digiring ke mapoltabes.

“Saya sangat membutuhkan uang. Terpaksa saya mau ketika ada yang minta carikan shabu,” lirih Fahrul sambil menunjukkan kwitansi ongkos persalinan.

Diungkapkan Dedet, dia mendapatkan satu paket shabu tersebut melalui temannya yang berinisial Ah, di kawasan Jl Pramuka, Tembus Pal 6, Banjarmasin Timur.

“Satu paket itu untungnya cuma Rp50 ribu dan masih saya bagi dua dengan Ah,” terangnya yang tak mampu membayangkan kapan bisa segera bertemu istri dan buah hati tercintanya.

Terpisah, menerangkan, dia mau saja ketika disuruh mencarikan shabu oleh anggota yang menyamar lantaran tergiur dengan imbalan yang akan didapatkan.

“Saya tertarik dengan imbalannya. Saya dijanjikan dari pemesan dapat imbalan, dari Dedet juga, tapi saya tidak tahu berapa jumlahnya,” ungkap Arul yang bekerja sebagai penjaga malam.

Menurut Arul, dia juga tidak tahu kalau orang yang memesan kepadanya adalah seorang polisi. Dia juga menampik kalau dirinya sudah sering berbisnis shabu.

“Baru sekali ini. Kalau saya sering dan sudah lama ikut mengedar, saya pasti akan tahu kalau yang datang adalah seorang polisi. Mungkin ini sudah takdir saya untuk ditangkap polisi. Saya hanya bisa pasrah,” tutur ayah satu anak ini.

Kasatnarkoba Poltabes, Kompol Andi Aliamin SH, didampingi Kanit Idik, Ipda Mars Suryo K, mengungkapkan, penangkapan 2 tersangka setelah anggotanya berpura-pura sebagai pembeli.

“Kita masuk lewat Arul. Kemudian Arul yang menghubungkan ke Dedet. Jadi kedua tersangka merupakan satu jaringan. Arul merupakan kurir, sedangkan Dedet adalah pengedarnya,” ungkap Kompol Andi.

Awalnya, petugas mendapat informasi kalau Arul diduga terlibat menggeluti bisnis shabu. Untuk memastikan, seorang petugas berpura-pura sebagai pembeli dan mendatangi Arul.

Arul kemudian menghubungi Dedet yang kebetulan rumahnya bersebelahan. Dedet yang tak curiga langsung berangkat untuk mencarikan shabu sesuai pesanan.

Tidak berapa lama kemudian, Dedet datang dengan membawa ‘barang’ pesanan tadi. Namun pada saat dia akan menyerahkan barang tersebut kepada petugas yang menyamar, Dedet langsung ditangkap, begitu juga dengan Arul. ncl

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s