Pendulang Luar Lirik Antaraku

Berharap Dapat Putri Malu

Jumat, 11 Januari 2008

MARTAPURA– Penemuan intan Putri Malu yang ditaksir seberat 200 karat pada 1 Januari lalu, juga membuat Desa Antaraku, Pengaron, Kabupaten Banjar, makin terkenal.

Tak hanya menjadi buah bibir warga, warga pendulang dari luar Kecamatan Pengaron mulai berdatangan mengadu nasib di kawasan pendulangan Sungai Kupang itu.

Adanya bukti penemuan dan harga Putri Malu yang diperkirakan mencapai miliaran rupiah itulah yang menjadi magnet bagi sejumlah warga dari luar Kecamatan Pengaron untuk mencoba peruntungan mendulang di areal pendulangan Sungai Kupang yang berjarak sekitar 500 meter dari pusat Desa Antaraku itu.

Berdasar informasi yang didapat, hingga Kamis (10/1), sejumlah warga di Kecamatan Martapura Kota sudah menunjukkan keinginannya untuk mengadu peruntungan di pendulangan Sungai Kupang, Antaraku, Pengaron, itu.

Sejumlah warga di Kelurahan Murung Keraton, Martapura, dikabarkan sudah mempersiapkan peralatan untuk mengadu nasib di pendulangan Sungai Kupang, Desa Antaraku itu.

Namun, saat ini baru sebatas mengirimkan mesin sedot dan menjajaki medan pendulangan. Selanjutnya, baru para pendulang yang berangkat dan mencari galuh atau intan tersebut.

Syarif, salah seorang warga di Kelurahan Murung Keraton, Martapura, Kamis (10/1) siang membenarkan adanya rencana keberangkatan sejumlah warga di kelurahan itu untuk mengad nasib di pendulangan tersebut.

“Ada sejumlah warga yang pagi tadi berangkat ke Pengaron dan membawa mesin. Bila nasib atau hasilnya bagus maka akan ada sejumlah warga lagi yang berangkat untuk mengadu nasib disana,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Camat Pengaron, Wasis Nugraha yang dikonfirmasi mengenai geliat di pendulangan Sungai Kupang saat ini menyatakan kondisinya masih seperti biasa atau sama seperti hari-hari sebelumnya.

“Warga memang banyak yang datang ke Antaraku, tapi hanya untuk melihat intan. Sementara untuk warga luar Pengaron yang mendulang ke Antaraku sampai saat ini masih belum ramai,” ujarnya.

Desa Antaraku, papar camat merupakan satu dari 12 desa di Kecamatan Pengaron yang berdekatan dengan Kecamatan Sambung Makmur dan Sungai Pinang.

Diperlukan waktu sekitar satu jam perjalanan dari kantor Kecamatan Pengaron untuk mencapai desa yang berpenduduk sekitar 300 KK dengan mayoritas sebagai petani.

“Hanya ada sekitar 100 KK yang berprofesi sebagai pendulang, selebihnya mengandalkan pendapatan dari bertani dan berkebun,” jelasnya. ofy

Jadi Sejarah Banjar

PEMKAB Banjar secara langsung mengakui kalau penemuan intan Putri Malu yang menjadi buah bibir warga saat ini merupakan salah satu sejarah dan kebanggaan Kabupaten Banjar. Selain itu, penemuan itu semakin memperkuat citra Kabupaten Banjar yang sejak dulu berjuluk Kota Intan.

Sehubungan dengan itu, Pemkab Banjar juga berniat untuk mendokumentasikan intan Putri Malu yang saat ini merupakan salah satu intan terbesar yang ditemukan di bumi Kalimantan setelah intan Trisakti pada 1965 lalu.

Bupati Banjar HG Khairul Saleh, Kamis (10/1) yang rencananya akan bertemu langsung dengan Pambakal Antaraku, Israniansyah dan melihat secara langsung Putri Malu, tidak terlaksana karena masalah teknis.

Bupati menyampaikan keinginannya agar pada Senin (14/1) nanti, intan tersebut bisa dibawa ke Balai Sertifikasi Batu Mulia di Martapura.

“Kita harapkan pemilik bisa membawanya ke Martapura Senin (14/1) nanti untuk bisa disertifikasi. Kita juga akan foto dan dokumentasikan. Karena ini merupakan salah satu sejarah,” ujarnya usai peringatan Tahun Baru Hijriyah di Martapura.

Menurutnya, dengan dilakukan sertifikasi itu nantinya bisa diketahui kualitas dan berat intan tersebut.

Mengenai kontribusi bagi daerah atas hasil penemuan intan itu, bupati menyatakan pemerintah daerah akan mendapatkan kontribusi dari hasil penjualan itu nanti.

“Menurut aturan ada pajak perdagangan yang dibebankan atas jual beli intan. Itu sekitar 5 persen,” ujarnya. ofy

Iklan

1 Komentar

  1. Selamat untuk team yang mendapatkan galuh sebesar 200 karat, semoga bermanfaat bagi diri ikam dan orang banyak lah, jangan kada ingat beamal…..,
    masalah bencana itu mungkin kebetulan haja, hati-hati hilang tanpa jejak kaya intan tri sakti bahari,jangan sampai dibunguli pemerintah bubuhan ikam….


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s