Melawan Polisi Pakai Kampak Didor

Minggu, 13 Januari 2008

BANJARMASIN– Pembacok seorang pemulung sekitar 3 bulan yang lalu, yakni Fahru Noor alias Nonor (30), didor anggota Unit Jatanras Poltabes Banjarmasin setelah menjambret handphone di Jl Veteran Banjarmasin, Sabtu (12/1) sekitar pukul 16.30 Wita.

Setelah peluru dikeluarkan dari betisnya dalam operasi singkat di IGD RS Bhayangkara, lelaki yang mengaku tinggal di Jl Keramat Raya RT14, Sei Bilu Dalam, Banjarmasin Timur, itu digelandang ke ruang Satreskrim Poltabes untuk diperiksa.

Penangkapannya tidak terduga sama sekali. Apalagi ia sebenarnya telah menjadi buronan kasus penganiayaan yang memang dicari-cari polisi dan cukup dikenal dari status residivisnya.

Berawal saat tersangka menjambret Nokia 2115 milik Isnawati (30), warga Kompleks HKSN RT25, Jl Perdagangan, Banjarmasin Utara, yang tengah duduk sambil menelepon, di tepi Jl Veteran.

Tersangka cepat turun dari kendaraan yang belakangan diketahui sepeda motor ojekan. Ia mendekati korban dan langsung mencoba merampas handphone tersebut.

Sempat beberapa saat terjadi rebutan handphone antara keduanya. Ketika korban melihat tersangka mengeluarkan kampak, ia ketakutan dan melepaskan tarikannya. Tersangka kabur ke dalam gang.

Teriakan korban rupanya terdengar anggota Jatanras yang tengah berpatroli. Mereka segera melakukan pengejaran. Rupanya gang yang dimasuki tersangka salah, yakni masuk gang buntu.

Namun ternyata tersangka nekad menceburkan diri ke rawa-rawa dan kemudian masuk ke kolong rumah warga. Mengetahui hal ini, petugas ikut bercebur untuk menangkapnya.

Ketika akan membekuk itulah, tersangka mengeluarkan kampak dan mencoba menyerang. Tak mau jadi korban sabetan kampak, petugas melepaskan tembakan dan tepat mengenai bagian betisnya.

Walaupun tertembak, tersangka malah berusaha kabur dengan masuk ke dalam air lagi. Kilmaksnya, dalam kondisi telah terdesak dan juga tercebur di dalam air, ia tidak berkutik.

Sejumlah anggota lainnya mencebur ke air dan menangkap sasaran. Selanjutnya, tersangka dibawa ke RS Bhayangkara untuk menjalani operasi pengangkatan proyektil.

Kasatreskrim Poltabes Banjarmasin, AKP Bahruddin Tampubolon SH yang kanitjatanras, Iptu Andi Rahmadi, ketika ditemui Metro di ruang RS Bhayangkara, mengatakan, tersangka terpaksa ditembak. “Saat itu tersangka mengacungkan kampak. Daripada kita yang menjadi korbannya, maka terpaksa ia kita lumpuhkan dengan timah panas,” ujar Tampubolon sambil menambahkan tersangka masuk dalam Daftar Pencaroan Orang terkait kasus penganiayaan. ncl/esy

Untuk Mengobati Ayah

ENTAH alasan yang dibuat-buat ataupun memang benar, Fahru Noor alias Nonor, mengaku terpaksa menjabret handphone karena mempunyai keinginan mengobati ayahnya yang menderita sakit di bagian kaki.

“Ayah saya sedang sakit dan perlu biaya. Dari kaki, badan, sampai kepala, bekorengan dan gatal-gatal. Saya ingin mengobatinya biar cepat sembuh,” ujar Fahru Noor alias Nonor.

Bekerja sebagai buruh kasar yang dilakoni dirasanya mustahil bisa membantu pengobatan ayahnya. Pikirinya, tidak ada lagi jalan yang lain, selain menjambret demi memudahkan mendapatkan uang yang bisa untuk nambah pengobatan walaupun sedikit.

“Bagaimana saya bisa mendapatkan uang untuk mengobati abah. Apalagi sebagai buruh bangunan, sudah lama saya tidak dapat kerjaan lagi,” ujarnya dengan nada tanya.

Ia juga mengaku baru pertamakali ini melakukan penjambretan. Tapi debutnya langsung dapat digagalkan polisi. Bahkan justru berhasil ditangkap.

“Saya baru pertamakali ini menjambret,” ujarnya.

Sebelum melakukan aksi jambret, imbuhnya, terlebih dulu menelan pil koplo dengan ditambah minuman keras.

Nonor memang cukup tangguh. Kendati sebutir timah panas terambil dari betis yang berasal dari pistol anggota, dia masih nampak tangguh. Wajahnya tidak menggambarkan rasa sakit sedikitpun.

Saat anggota meminta tersangka berjalan dari RS Bhayangkara ke ruang Satreskrim, ia pun masih sanggup melakukan. Bahkan, saat diminta menggerak-gerakan kaki yang terkena tembakan, masih mampu. esy/ncl

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s