Penjual Nasi Tewas Diamuk Badai

– Empat Orang Tertimpa Baliho

– Puluhan Rumah Rusak

Selasa, 15 Januari 2008

BANJARMASIN – Hujan berbadai, yang terjadi disebagian kecil di wilayah Kalsel Minggu (13/1) malam sekitar pukul 20.00 Wita, memakan korban jiwa. Seorang penjual nasi goreng tewas, setelah warungnya porak-poranda diterjang angin yang berkecepatan 20 sampai 35 knot atau setara maksimal 70 kilometer per jam.

Adalah Putu Yuli Arnia Ningsih (26), warga Jln Rawasari Gg Rawasari VIII RT97 RW32, Teluk Dalam, Banjarmasin Tengah, korbannya. Penjual nasi goreng yang mangkal di depan Kantor KONI, Jl Jafri Zam Zam, Banjarmasin Tengah, tewas setelah berupaya keras menyelamatkan barang-barang miliknya dari amukan hujan yang disertai angin kencang tersebut.

Menurut Ny Suliana, ibu kandung Putu, saat mereka asyik jualan, sekitar pukul 20.30 Wita, tiba-tiba hujan disertai angin menerjang warungnya.

“Saat itu saya sedang cuci piring. Lalu saya diminta Putu untuk berhenti dan saya pun berhenti,” ungkap Ny Suliana.

Tiupan angin sangat kencang. Warung terpalnya goyang. Piring-piring dan gelas-gelas yang ada di warung pun berjatuhan. “Seiring dengan itu, tiba-tiba tubuh Putu menjadi lemas,” ujarnya.

Kepada Ny Suliana, Putu mengaku kepalanya pusing. “Saya dudukkan dia di kursi. Kemudian dia berebah di tangan saya. Tak berapa lama, Putu tidak sadarkan diri,” terang Ny Suliana.

Oleh Ny Suliana, Putu dilarikan ke RS Suaka Insan. Karena sesuatu alasan, Putu dipindahkan ke RSUD Ulin. Putu akhirnya meninggal, Senin (14/1) dini hari.

Amukan hujan berbadai juga nyaris merenggut nyawa Ferri Husaini (27), warga Jln Salatiga Banjarmasin Tengah. Saat hujan turun dengan derasnya, dia berteduh di sebuah warung ronde di Jln Soetoyo S tepatnya di pertigaan tower. Sementara motornya diparkir tepat di bawah baleho besar.

Usai makan ronde dan hujan mulai reda, Ferri berjalan ke arah motornya. Tiba-tiba hujan dan angin kencang kembali datang, Ferri menghentikan langkahnya dan berdiri sekitar lima meter dari sepeda motornya.

Pada saat itulah baleho besar tersebut tumbang dan menimpa sepeda motor Ferri yang masih terparkir. Motornya rusak, namun Ferri lolos dari maut.

Ditimpa Baliho

Nasib yang sial menimpa empat orang Banjarbaru. Saat mereka asyik menikmatan jagung bakar, di depan Kantor Walikota Banjarbaru, tepatnya sisi timur di Kantor Dekranasda Banjarbaru, baliho berukuran besar yang ada di tempat tersebut roboh, karena tidak kuat menahan kencangnya angin. Tak ayal lagi baliho tersebut menimpa mereka.

Empat orang penikmat itu cedera. Terparah dialami Lia (16), warga Guntung Payung, Banjarbaru. Bagian kepala sebelah kanan mengalami luka robek, Bahkan Lia sempat mengalami kejang-kejang. Oleh tim medis akhirnya Lia direkomendasikan untuk dirujuk ke RSUD Ulin, setelah mendapat perawatan tim medis RSUD Banjarbaru.

Hadi (27), penghuni kos di kawasan Jl Kasturi, Sungai Besar, Banjarbaru, mengalami patah tulang pada kaki kirinya. Lelaki asal Muara Teweh, Kalteng ini harus menjali operasi.

Nasib lebih beruntung dialami Rudy (27). Teman Hadi yang merupakan warga Jl A Yani KM36, Gg Purnama, Banjarbaru ini hanya mengalami luka memar di bahu kiri dan kepala bagian kanan.

Sedangkan Nawawi (20) yang tak lain teman Lia hanya mengalami cedera ringan di bagian dahi dan bibir. Lelaki asal desa Tunggul Irang, Banjar ini tak perlu mendapatkan perawatan serius.

Sementara itu, Udin (25) yang menjadi pedagang jagung luput dari hantaman baliho. Hanya saja gerobak yang digunakan untuk mengais untung mengalami rusak berat.

Pemko Banjarbaru berjanji akan menanggung semua biaya pengobatan mereka. “Walikota memerintahkan agar dibiayai pengobatan korban ditanggung pemko,” ujar Ogi Fajar Nuzuli selaku pembina PKL Murjani yang malam itu turun langsung untuk melihat dan membantu korban.

Rumah Rusak

Tidak hanya meminta korban jiwa dan luka, hujan berbadai tersebut juga merusak 13 unit rumah di lima desa di Kecamatan Aluh Aluh, Banjar. Kelima desa yang diamuk angin puting beliung itu, yakni Desa Pulantan, Terapu, Kuin Besar, Simpang Warga Dalam, dan Pemurus.

Data diperoleh, di Desa Pulantan terdapat lima buah rumah rusak, di Desa Terapu sebanyak lima buah rumah, di Desa Kuin Besar, Simpang Warga Dalam dan Pemurus masing-masing sebuah rumah.

Tak hanya di Aluh Aluh, kejadian serupa juga terjadi di Kecamatan Kertak Hanyar. Tiga buah rumah di wilayah tersebut rusak disapu hujan berbadai.

Rumah yang rusak itu adalah milik M Kosasi (49) di Desa Manarap Tengah, Jl Handil Bahalang RT4, Syarifudin (25) dan Aliuni (25) keduannya warga Handil III, Desa Manarap Baru RT1/RTI. dwi/ncl/jd/ofy/sar/ris

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s