Orang Jakarta Tawar Rp5 M

Puteri Malu Diboyong ke Cindai Alus

Rabu, 23 Januari 2008

Dilaporkan: Sofyar Redhani/Saiful Akhyar 

MARTAPURA- Intan ‘Putri Malu’ seberat 200 karat kini resmi menjadi milik Lihan dan diboyong ke Desa Cindai Alus, Martapura, Banjar, setelah Selasa (22/1) siang dilakukan transaksi jual beli antara para pemilik intan dengan Lihan.
Uang kontan sebesar Rp 3 miliar, terdiri dari pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu, yang dikemas pada dua buah tas ransel, ditambah satu tas kresek, berpindah tangan dari Lihan ke Pambakal Isra dan kawan-kawan. Itu mengiringi kepindahan ‘Putri Malu’ ke tangan Lihan.


Hanya beberapa menit berada di tangan Lihan, ‘Putri Malu’ sudah ditawar orang dari Jakarta dengan harga Rp5 miliar.
“Barusan ada SMS dari orang di Jakarta yang menawar intan ini seharga Rp5 miliar. Kalau kita bilang oke, orangnya segera datang dan langsung bayar,” ujar Lihan saat ditemui di kediamannya, Selasa (22/1) siang, sambil memperlihatkan ‘Putri Malu’ yang kini diboyongnya ke Cindai Alus, lengkap dengan dompet kecil milik pambakal yang sejak awal dijadikan sebagai tempat menyimpan ‘Putri Malu’.
Namun Lihan mengaku belum terlalu serius memikirkan kelanjutan ‘Putri Malu’ yang baru saja berada di tangannya itu.
“Kita lihat nanti saja. Kalau memang menguntungkan, maka akan kita jual. Tapi kalau memang tidak menguntungkan, akan kita jadikan koleksi,” ujar pria yang menggeluti usaha jual beli intan sejak 1998.
Untuk saat ini, jelasnya, belum ada bayangan ‘Putri Malu’ akan diapakan. Namun diperkirakan pada Februari nanti ‘Putri Malu’ akan dibawa ke Jerman untuk dipotong.
“Kita akan bawa ke Jerman, tepatnya di Munich. Chanel kita di sana sudah ada dan kita percaya di Jerman merupakan salah satu negara pemotong intan terbaik di dunia selain Belanda. Teknis pemotongan, kita belum bisa menjelaskan sekarang,” katanya.
Kalau memang mau untung dalam waktu cepat, katanya, bisa saja intan itu dijualnya seharga Rp5 miliar. Kalau dijual dalam kondisi masih mentah seperti ini, jelas sudah untung.
“Tapi kalau memang mau spekulasi jangan dijual dulu, bawa ke Jerman dan diolah di sana. Tapi ya itu tadi, kalau barangnya bagus, maka akan untung besar. Tapi bisa saja kita rugi kalau barangnya kurang bagus,” bebernya.
Menurut Lihan yang asli dari Lianganggang, Banjarbaru, saat ini harga intan dunia mencapai US$20.000 per karatnya jika intan itu benar-benar bersih dan jernih.
“Jika satu karat 20.000 dollar amerika, kalikan saja dengan 130 karat dan kalikan lagi dengan Rp9.000, maka nilainya bisa mencapai Rp23 miliar. Itu dengan catatan intan benar-benar bersih dan jernih dan sudah masak atau jadi,” jelasnya.
Disinggung mengenai ‘keunikannya’ dalam menawar intan tanpa memeriksa lebih jauh terhadap setiap intan yang akan dibeli, Lihan mengakui hal itu.
“Saya memang punya kebiasaan seperti itu. Saya mengandalkan keringanan hati saja. Memang orang banyak menanya amalan apa yang dipakai. Saya jawab, saya tidak punya amalan, hanya mengandalkan keringanan hati,” jelasnya sambil tersenyum.

Iklan

2 Komentar

  1. WOW gile bener bisnis intan. Maaf kalo boleh apa saya bisa dapatkan contact numbernya Pak Lihan ato pembeli intan2 dan berlian y? Krn kebetulan saya ada bbrp channel pemilik berlian dan intan yg mau dijual.Terima kasih banyak

  2. saya ada beberapa intan, bingung cari pembeli bisa kasih informasi


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s