Sepuluh Warung Ludes

  • Diduga Korsleting Listrik

Senin, 28 Januari 2008

Dilaporkan: Anjar Wulandari

TANJUNG- Si jago merah terus menghantui masyarakat Kalsel. Lagi- lagi karena dugaan hubungan arus pendek (korsleting), 10 warung non permanen di sepanjang jalan masuk kawasan Terminal Mabuun, Minggu (27/1) dini hari pukul 02.30 Wita. Kerugian ditaksir puluhan juta rupiah, karena tiap kios berisi banyak barang dagangan yang tidak sempat diselamatkan seperti minuman ringan, rokok sampai peralatan elektronik.
Warga dan petugas BPK belum tahu persis asal api. Tapi sementara ini kebakaran diduga disebabkan arus pendek listrik karena penggunaan kabel dan sambungan liar yang tidak layak.
“Sepertinya karena korsleting listrik dari kios kosong milik Sumarsih. Sebab tidak mungkin dari kompor karena sudah dini hari,” kata Ikas, salah satu warga yang kiosnya ikut terbakar.
Akibat kejadian itu, Ikas mengaku rugi besar. Sebab sehari sebelumnya baru saja berbelanja barang dagangan baru seperti belasan slop rokok senilai Rp800 ribu, minuman ringan dan lain- lain.
Sumarsih yang kiosnya dituding sebagai sumber api pertama kali menampik. Walaupun dia mengakui saat meninggalkan kiosnya dia sengaja tidak mematikan lampu untuk menghalau tikus yang biasanya merajalela.
“Mungkin korslet, tapi saya juga tidak tahu. Sebab malam tadi saya tidur di rumah di Desa Agung. Rencananya hari ini (kemarin) saya baru jualan lagi,” ujarnya.
Deretan kios atau warung semi permanen di kawasan setempat selama ini dikenal sebagai bangunan ilegal. Karena tidak berizin, semua kios di sana tidak mempunyai meteran listrik sendiri. Untuk aktifitas yang memerlukan listrik seperti menyalakan peralatan elektronik atau sekadar lampu penerangan, mereka menyantol dari bangunan warung resmi di Teminal yang kosong.
Petugas PLN Ranting Tanjung yang kemarin membenahi jaringan listrik yang rusak karena kebakaran mengatakan sudah berupaya menertibkan pencantolan listrik secara ilegal. Namun upaya itu selalu gagal karena masyarakat bisa dengan bebas membeli peralatan listrik yang tidak standar di pasaran dan memasangnya sendiri.
Sukono, koordinator Pemadam Kebakaran Tabalong mengatakan selain karena ledakan kompor, kebakaran akibat korsleting listrik paling sering terjadi di kawasan permukiman. Penyebabnya karena pemasangan instalasi seperti kabel yang digunakan tidak memenuhi standar keamanan sehingga rawan rusak dan berbahaya.
Sementara itu pemerintah melalui Dinas Pasar sudah berencana menertibkan bangunan di sepanjang jalan masuk terminal itu. Para pedagang yang terlanjur berdomisili di sana akan didata dan dipindahkan ke kios permanen yang teratur dan sudah selesai di bangun di samping Mal At Tayibah Mabuun.

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s