Guci Antik Bersuara Gamelan

  • Ditemukan Dekat Pulau Kembang

Kamis, 30 Januari 2008

Dilaporkan: Dony Usman

BANJARMASIN- Percaya atau tidak. Guci antik yang ditemukan para penyelam tradisional asal Alalak, Banjarmasin Utara, di dasar perairan Sungai Barito, dekat Pulau Kembang, Rabu (30/1) siang sekitar pukul 12.00 Wita, mempunyai keanehan, yakni bisa mengeluarkan suara gemelan.
Warga Alalak Selatan dan sekitar pun mendadak geger dengan adanya penemuan sebuah guci antik tersebut. Terlebih lagi tersiar kabar kalau guci antik itu peninggalan dari zaman kerajaan Banjar.
Untuk membuktikan keanehan guci antik yang ditemukan Asrawi (50) bersama tujuh orang kawannya itu warga berduyun mendatangi rumah Aswari, di Gg Nurul Hidayah Jl Alalak Selatan Rt2, Banjarmasin Utara.
Pantauan Metro di rumah Asrawi, guci antik atau tajau belanga itu diletakan di ruang tamu yang berukuran 4 x 4 m. Oleh si penemunya, guci antik tersebut diletakan di atas meja tamu dengan beralaskan tapih bahalai.
Diyakini memiliki kekuatan gaib, guci antik berwarna kehitaman yang tingginya sekitar 60 cm tersebut digantungi kembang barenteng.
Begitu pula di dalam guci, terlihat ada beberapa bunga yang diletakan.
Sementara itu, puluhan warga, baik anak-anak maupun orang dewasa, rela berdesak-desakan di ruang tamu rumah Asrawi. Mereka
secara berganti mendekati guci yang diduga terbuat dari batu ini.
Mereka kemudian meraba-raba dan mengarahkan telinganya ke dalam lubang guci untuk mendengar bunyi gemelan yang berasal dari dalam guci antik tersebut.
“Iya, ada suaranya. Seperti gamelan. Bunyinya neng, nong, neng, nong,” ujar wanita yang belakangan diketahui bernama Yati.
Berburu Besi Tua
Informasi terhimpun, seperti biasanya Asrawi dan tujuh kawannya pada pagi hari berangkat menggunakan dua buah kelotok untuk berburu besi tua yang ada di dasar perairian Sungai Barito.
Sekitar satu jam meluncur, Asrawi Cs berhenti di atas sungai yang posisinya berada di pertengahan antara Muara Kuin Cerucuk dan Pulau Kembang. Mereka yakin di tempat tersebut ada besi tuanya.
Setelah jangkar diturunkan, delapan orang yang berprofesi sebagai penyelam tradisional Aluas Paandungan ini secara bergiliran masuk ke dalam sungai yang dalamnya mencapai 18 meter.
Saat itulah seorang penyelam menemukan sebuah benda bulat panjang. Posisinya berdiri tegak dengan bagian bawah agak terpendam ke lumpur di dasar sungai.
Oleh si penyelam, benda itu langsung dibawa kepermukaan air. Setelah sampai di atas, barulah diketahui benda bulat itu adalah guci antik.
Merasa telah menemukan benda yang tergolong antik dan diduga berusia sangat tua, maka dua kelompok penyelam ini langsung pulang dan memberi kabar kepada keluarga mereka yang akhirnya menyebar hingga ke tetangga lainnya.
Aswari Cs tidak berlama-lama di rumah. Setelah mereka kembali berburu besi tua di perairan sungai Barito.

Iklan

1 Komentar

  1. kira2 guci ini dijual brapa?
    saya berminat membelinya…
    contact mail
    spatzard69@yahoo.co.uk


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s