Dibantai Saat Teler

Pesta Miras Berdarah

Sabtu, 2 Februari 2008

Dilaporkan: Eko Sutriyanto


SIMPANG EMPAT-
Pesta minuman keras (miras) yang digelar delapan pemuda di depan warung di tepi JLn A Yani Km 79, Desa Sungkai Baru RT 01, Kab Banjar, berakhir tragis. Seorang pesertanya, Anang Salman (35), tewas dibantai seterunya saat teler berat.

Pembantai yang terjadi tepat di depan warung yang dijaga Salminah (15) dan Danah (16) itu terjadi Kamis (31/1) sekitar pukul 15.00 Wita. Waktu itu, Anang bersama-sama tujuh orang temannya tengah menikmati miras berjenis topi miring (tomi).
Saat Anang Cs bermabuk ria itulah, Said mau menuju warung yang dijaga dua ABG asal Desa Belimbing, Sungai Pinang itu. Karena melihat di warung itu banyak orang yang tengah minum, Said membatalkan niatnya masuk warung dan kemudian dia menyeberang jalan ke warung yang menjual rokok.

Tidak jadinya Said masuk ke warung yang dijaga Salminah dan Danah itu menarik perhatian Anang. Kemudian warga Desa Sungkai Rt3 Kec Simpang Empat, Kab Banjar, itu meminta salah seorang penjaga warung untuk menanggil Said.

Tanpa perasaan curiga, Said mendatangi Anang. Tanpa sebab yang jelas, tiba-tiba Anang marah dan langsung menampar Said. Said tidak melawan dan kemudian dia pergi meninggalkan Anang.
Rupanya tamparan itu membuat Said, warga Desa Hambawang Balimbing, Kec Sungai Pinang, sakit hati. Dia pun mengambil pisau dan kembali ke warung, tempat dimanaAnang Cs masih berpesta miras.

Sesampainya di depan warung, Said memanggil Anang. Dalam keadaan teler berat, Anang mendekati Said. Tanpa banyak bicara, Said mengeluarkan pisaunya dan langsung menikamkannya tepat di bawah paru-paru Anang.

Anang langsung roboh. Sementara Said memilih kabur. Rekan- rekan Anang segera mengejar Said. Karena kondisinya mabuk berat, mereka tidak berhasil menangkap Said.

Dalam kondisi masih bernyawa, Anang dilarikan warga ke Puskesmas Sungkai. Setelah mendapatkan penanganan darurat dan kondisinya kian kritis, Anang dirujuk ke RSUD Ratu Zalecha Martapura.

Namun sesampainya di Danau Salak Mataraman, jiwa korban tidak tertolong. Lelaki yang tidak mempunyai pekerjaan tetap ini meninggal dunia saat kendaraannya sampai di Desa Bawahan Selan Mataraman.

Jenazah Anang tidak jadi dibawa ke RSUD Ratu Zalecha dan dibawa pulang ke rumahnya di Desa Sungkai Pasar. Setelah disemayamkan semalam, usai Jumatan jenazahnnya dimakamkan ke pemakaman desa setempat.

Kapolres Banjar AKBP Drs H Sudrajat melalui Kapolsek Simpang Empat Iptu M Rais tidak membatah terjadinya peristiwa pembunuhan itu. “Kasusnya masih dalam penyelidikan dan kita masih mencari pelakunya,” ujarnya.

Usaha pencarian telah dilakukan di rumah tersangka di Desa Belimbing Sungai Pinang, namun berdasarkan keterangan dari keluarganya tersangka tidak pernah pulang sejak Kamis sore hingga hari ini.
“Saat meninggal rumah, Said pamit kepada keluarganya hendak mencari minyak menggunakan mobil. Kita tidak tahu dimana keberadaan mobilnya dan juga keberadaan Said,” ucapnya. esy

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s