Gubernur dan Walikota ‘Terkurung’ di Bandara

  • Rudy Ariffin Gagal Ganti Pesawat
  • Rudy Resnawan 8 Jam di Cengkareng

Minggu, 3 Februari 2008

Dilaporkan: Saiful Akhyar

BANJARBARU- Hingga Sabtu (2/2), operasional Bandara Syamsuddin Noor masih terkena imbas gangguan penerbangan penutupan beberapa jam Bandara Internasioal Soekarno-Hatta Jakarta saat Jumat (1/2) akibat landasan pacunya yang dilanda banjir.

Jadwal penerbangan bandara banua ini masih belum normal dan diwarnai delay (penundaan). Khususnya untuk tujuan penerbangan Jakarta, di antaranya adalah Lion Air.

Menurut pengelola maskapai penerbangan ini, Irlan Wahyudi, seharusnya pesawat Lion Air terjadwal berangkat dari Bandara Syamsudin Noor pada pukul 09.20 Wita.

“Namun ternyata baru bisa take off (terbang, Red.) pukul 13.00 Wita akibat kedatangan pesawat dari Jakarta yang terlambat,” ucapnya.

Gangguan kembali terulang pada sesi penerbangan berikutnya yang terjadwal pukul 16.00 Wita. Pesawat baru bisa lepas landas dari runway Bandara Syamsudin Noor pada pukul 18.18 Wita.

Pantauan Metro Banjar, Sabtu (2/2) pukul 15.00 Wita, di tengah guyuran hujan, di area apron lama tak satu pun pesawat yang terlihat parkir.

Sementara itu, pihak administrator Bandara Syamsuddin Noor terpaksa baru menutup sesi kedatangan pesawat yang inap di apron hingga Sabtu (2/2) dinihari pukul 04.00 Wita.
Pesawat Garuda yang semula sudah mengajukan permintaan perpanjangan pelayanan hingga Sabtu (2/2) dini hari pukul 01.00 Wita, batal tidak jadi menginap di Bandara Syamsudin Noor.

Kacaunya jadwal penerbangan dialami juga Gubernur Kalimantan Selatan, Rudy Ariffin, dan Walikota Banjarbaru. Keduanya sempat tertahan di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta selama beberapa jam.

Rudy sedianya menumpang pesawat Lion Air dengan jadwal penerbangan pagi hari, sempat pindah pesawat Garuda. Tapi ternyata Garuda pun mengalami delay.
Gubenur yang seharusnya terbang pukul 07.00 Wita, karena delay dalam waktu yang tak jelas, pindah ke penerbangan dengan pesawat Garuda Indonesia.

Tapi lagi-lagi penerbangan pesawat Garuda juga tertahan. Rudy memilih alternatif pesawat lain, namun juga mendapat masalah sama. Acara Deklarasi Barindo di Mahligai Pancasila yang sedianya dihadiri olehnya, terpaksa diwakilkan.

Sementara itu, Walikota Banjarbaru, Rudy Resnawan, juga harus rela ‘terkurung’ di Bandara Cengkareng selama delapan jam lamanya sebelum akhirnya mendarat selamat pada Jumat (1/2) pukul 21.00 Wita.

Untungnya, jadwal acara pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) di Kecamatan Cempaka tak jadi mundur. Ratusan penonton, juga duta Qurani yang siap beradu kefasihan membaca ayat-ayat Allah itu sempat khawatir menunggu kedatangan orang nomor satu di Kota Idaman tersebut.

“Alhamdulillah saya masih bisa datang ke pembukaan MTQ malam ini. Dari airport (Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Red.) tadi langsung ke Cempaka, setelah di Cengkareng tadi sekitar delapan jam lamanya (tertahan, Red.),” tandas Resnawan.

Informasinya, sampai Sabtu (2/2) pagi, jadwal keberangkatan sejumlah maskapai penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, cenderung normal.
Keterlambatan setengah hingga satu jam masih terjadi, namun hanya akumulasi dari ketertundaan sejumlah penerbangan sejak Jumat (1/2) akibat cuaca buruk. Pukul 08.45, dari Area Traffic Control System (ATCS), ketinggian air di km 20 hingga 27 tol Bandara Soekarno-Hatta setempat masih 70 cm.

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s