Mayat Pembunuhan Gegerkan Haur Gading

  • Tiga Luka Sajam di Tubuh
  • Hp dan Uang Utuh, Motor tak Ada

Minggu, 10 Februari 2008

Dilaporkan: Wahyudi Rahman

BARABAI- Warga Desa Haur Gading, Kecamatan Batang Alai Utara (BAU), Hulu Sungai Tengah (HST), Sabtu (9/2) sekitar pukul 10.30 Wita, gempar.
Penemuan sesosok mayat dengan kondisi mengenaskan oleh warga setempat, menimbulkan rasa ingin tahu mereka hingga berduyun-duyun mendatangi lokasi penemuan.
Anggota dari Polsek BAU dan Polres HST yang mendapatkan laporan, lantas mendatangi lokasi penemuan yang berada di areal hutan karet sekitar 50 meter dari tepi jalan desa.
Warga pertama yang menemukan adalah Jumaiah (35) yang kemudian diberitahukan kepada suaminya, Khairul (35), lalu dilaporkan ke polisi.
Penuturan Jumaiah, siang itu dia dan suaminya baru saja pulang menyadap karet dari kebunnya. Ketika lewat di sekitar lokasi mayat itu tergeletak, ia dibuat heran melihat lalat yang begitu banyak.
Keheranannya semakin bertambah tatkala aroma tidak sedap menusuk indera penciumannya. Penasaran dengan lalat dan bau tidak sedap tersebut, ia mencoba mencari asal bau.
Betapa terkejutnya demi melihat seonggok benda diantara rimbunan semak yang ada di hutan karet tersebut.
“Aku kira bangkai binatang. Namun ketika didekati kok binatang pakai celana. Merasa curiga, aku memanggil suamiku. Setelah kami lihat secara seksama, ternyata bukan bangkai binatang melainkan mayat manusia,” ujar Jumaiah.
Petugas dari Puskesmas Ilung yang diwakili Dr Eko Budiyono, diminta datang untuk mengidentifikasi kondisi mayat dari sisi medis supaya dilihat ada atau tidak kejanggalan dari mayat tersebut.
Jika dilihat dari kepala hingga kaki, kondisi paling mengenaskan ada pada bagian kepala.
“Biasanya kalau terjadi pembusukan akan terjadi merata. Tapi ini koq bagian kepalanya lebih bersih dari daging dan tertinggal tengkorak. Sementara, badannya masih utuh dibungkus kulit dan daging. Saya menduga ini korban kekerasan,” ujarnya.
Hasil penyelidikan di tempat kejadian yang dilakukan tim identifikasi Polres HST, juga menemukan kejanggalan-kejanggalan di sekitar lokasi penemuan mayat.
Pertama, ditemukan sebuah spackboard kendaraan bertuliskan Suzuki. Itu tersangkut diantara ranting-ranting di tepi jalan sekitar 50 meter dari lokasi penemuan.
Selain itu, sekitar 5 meter dari penemuan pertama, ditemukan lagi bekas gesekan kendaraan yang roboh dengan sebelah sandal jepit warga hijau.
Dari baju kemeja dan celana kain warna biru tua yang dikenakan korban, ditemukan pula sebuah dompet dan handphone Nokia 3230. Isi dompetnya, uang sebanyak Rp105.000.
Untuk meyakinkan kecurigaan, polisi membawa mayat itu ke RSUD H Damanhuri, Barabai, untuk divisum. Hasilnya menguatkan kalau korban tewas secara tidak wajar.
Di tubuhnya ditemukan tiga mata luka tusuk, yakni di bagian punggung sebelah kanan, dada bagian tengah dan perut sebelah kiri. Korban diperkirakan telah meninggal lebih dari lima hari.
Kapolres HST, AKBP Akhmad Yoga Pranata, saat dikonfirmasi masalah ini, membenarkan telah ditemuan mayat oleh warga Desa Haur Gading.
“Kasusnya sedang kita tangani dan kita belum bisa berkomentar banyak sehubungan masih proses penyelidikan,” ujarnya.

Iklan

1 Komentar

  1. turut prihatin atas kejadian tersebut.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s