Tanah Terangkat Gegerkan Tatah Belayung

  • Ada yang Meletakkan Kembang
  • Diduga Akibat Aktivitas Stockpile Bijih Besi

Senin. 11 Februari 2008

Dilaporkan: Jumadi

KERTAK HANYAR- Warga Desa Tatah Belayung Darat RT3, Jl Gubernur Soebardjo, Lingkar Selatan, Kecamatan Kertak Hanyar, Banjar, digegerkan dengan kenaikan permukaan tanah hingga setinggi 2 meter.
Fenomena langka itu pun menjadi sasaran ratusan warga desa lainnya yang kemudian terus berdatangan ke lokasi sejak lima hari yang lalu.
Pantauan Metro di lapangan, Minggu (10/2) sekitar pukul 15.00 Wita, gelombang ratusan warga masih terus mengalir untuk menonton dari dekat. Di antara mereka, bahkan ada rombongan yang menumpang beberapa mobil pikap
Penuturan Ahmat (25), warga setempat, fenomena tersebut terjadi sejak sekitar seminggu lalu. Tepatnya sejak ada aktivitas penumpukan bijih besi di dekat lahan yang terangkat tadi.
Begitupula dengan Budi, warga Kampung Melayu, Banjarmasin Tengah, mengatakan, dirinya datang ke sini hanya untuk membuktikan apakah benar sawah naik ke permukaan.
“Mula-mula yang sering datang ke sini adalah warga sekitar untuk menonton tanah yang terangkat. Lama-kelamaan banyak yang berdatangan untuk menyaksikan,” ungkapnya.
Gelombang massa yang berdatangan tidak saja warga sekitar, namun juga ada yang dari Barabai (HST). Mereka menggunakan sebuah mobil taksi hulu sungai untuk mencapai lokasi.
Bahkan sebagian dari mereka yang datang, ada yang sengaja meletakkan kembang di bagian salah satu ujung selatan dari tanah yang terangkat.
Semula, lahan tersebut biasa saja. Datar, sejauh mata memandang. Namun sekitar seminggu lalu, mulailah terjadi fenomena tersebut.
Lahan yang terangkat tersebut bagian tengah dari sebidang sawah berukuran panjang sekitar 200 meter dan lebar sekitar 15 meter.
Khusus bagian tanah yang terangkat, bentuknya seperti dataran dengan panjang sekitar 30 meter dan lebar sekitar 12 meter. Di kedua sisi panjangnya itu, kemudian menurun curam dengan ketinggian 2 meteran.
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, maka pemilik stockpile memindah timbunan bijih besi ke sisi timur dari tempat semula.
Sedangkan pada lokasi semula bekas tumpukan bijih besi, telah diberi pondasi galam. Itu dimaksudkan agar lokasi ini tidak terangkat seperti sawah di sisi baratnya.
Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Kadsitamben) Banjar, Drs Supian AH, ketika dikonfirmasi, Minggu (10/2) sore, mengaku kaget dengan ada penumpukan bijih besi di lokasi itu.
Menurutnya, Distamben belum bisa memprediksi penyebab tanah di sana bisa terangkat hingga 2 meter. Pasalnya, harus mencek ke lapangan terlebih dulu.
“Dugaan sementara, di sana kan lahan gambut. Sementara, lahan gambut bersifat panas sehingga bisa saja terjadi tekanan. Secara bertahap, menyebabkan lapisan-lapisan di bawahnya menjadi naik ke permukaan dan terangkat ke atas.
Disinggung tumpukan bijih besi ada pengaruhnya terhadap lahan yang terangkat, menurutnya, bisa jadi.
Mengenai perizinan stockpile, ia katakan, belum ada. Pihaknya malah kaget saat dikonfirmasi Metro.
Terpisah, Camat Kertak Hanyar, Drs Aspiani SSos, ketika dihubungi terkait perizinan, mengatakan, stockpile itu memang ada izinnya. Pihaknya mengakui sudah membuatkan surat rekomendasi kepada pemilik stockpile.

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s