Bayi Ditinggal di Rumah Sakit

  • Sehari Melahirkan, Sang Ibu Kabur
  • Nama dan Alamat Fiktif

Kamis, 14 Februari 2008

Dilaporkan: Hari Widodo/Dony Usman

BANJARMASIN- Malang benar nasib bayi laki-laki ini. Sehari setelah dilahirkan di Rumah Sakit Ansyari Saleh, Selasa (5/2) lalu, bayi dengan bobot 3,3 kilogram tersebut sudah kehilangan kasih sayang karena ditinggal pergi oleh ibunya.
Sudah seminggu bayi montok tersebut dalam perawatan medis pihak rumah sakit. Kini, bayi itu tampak lucu dan bobotnya naik menjadi 3,7 kilogram. Namun sayang, sang ibu hilang bak ditelan bumi.
Pihak rumah sakit sudah berupaya keras mencari sang ibu. Namun belum membuahkah hasil. Pasalnya, nama dan alamat yang diberikan saat masuk rumah sakit semuanya fiktif.
Informasi didapat Metro Banjar, kehadiran bayi ini bermula ketika pihak RS Ansyari Saleh kedatangan seorang wanita muda yang tengah hamil tua, Senin (4/2) malam. Saat itu, wanita yang mengaku bernama Novia (21) ini sudah memperlihat tanda-tanda hendak melahirkan.
Pihak rumah sakit tidak curiga dengan kedatangan Novia yang saat itu didampingi seorang wanita lebih tua yang mengaku ibundanya. Karena Novia sendiri tidak menutupi identitasnya. Begitu juga dengan identitas suaminya bernama Rudi dan tempat tinggalnya di Gang Indah No 18 RT 29 Jalan Agathis Kelurahan Anjir Banjar, Kapuas.
Sesuai standar pelayanan, Novia mendapatkan perawatan di IGD. Setelah itu dia dipindahkan ke bagian kandungan, tepatnya ke ruang Mutiara yang khusus dipakai untuk bersalin.
Esok harinya, Selasa (5/2) pukul 04.50 Wita, Novia melahirkan secara normal seorang bayi laki-laki seberat 3,3 kilogram panjang 50 cm. Bayi yang tampak sehat dan montok ini, selanjutnya ditempatkan di ruang perawatan bayi atau ruang Merah Delima.
Setelah melahirkan, para perawat merasakan ada keanehan pada diri Novia. Ketika ditawarkan untuk menyusui anaknya, Novia menolak memberikan air susunya.
Rabu (6/2) pukul 19.00 Wita, setelah salat Magrib, para perawat melihat keanehan lain di ruang Novia dirawat. Ruang itu sunyi seperti tak berpenghuni. Begitu dilihat, ternyata ruang tersebut tidak orangnya. Novia sudah pergi tanpa pamit. Padahal sebelumnya, Novia dijenguk kerabatnya yang sudah berusia lumayan tua.
Awalnya, pihak rumah sakit mengira Novia hanya pulang sebentar saja untuk berbenah- benah. Namun, setelah ditunggu sehari, dua hari hingga sepekan Novia tidak juga muncul untuk menjemput bayinya. Hingga Rabu (13/2), Novia belum kembali. Bayi tersebut, terlihat sehat ditempatkan di ruang perawatan bayi.
Direktur RS Ansyari Saleh dr H Sriyanto M Kes membenarkan kejadian itu dan mengaku bahwa pihaknya kesulitan menemukan alamat ibunda bayi tersebut karena alamatnya fiktif.
“Saat ini, bayi tersebut sehat. Kami berikan apa yang diperlukan. Namun, untuk selanjutnya kami belum tahu bagaimana pembiayaan untuk perawatan bayi tersebut. Bagaimana kalau ada orang yang mengadopsi di bayi. Kita tidak berani melakukannya karena khawatir termasuk dalam tindak penjualan bayi,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolsekta Banjar Utara AKP Widodo melalui Pjs Kanit reskrim Aiptu H Sugianto, ketika dikonfirmasi, mengaku tak pernah menerima laporan mengenai kasus tersebut.
“Kita tidak pernah ada menerima laporan ataupun dimintai bantuan untuk mencarikan alamatnya,” terangnya.

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s