Cemara Ujung Diamuk Api

  • 72 Orang Kehilangan Tempat Tinggal

Jumat, 15 Februari 2008

Dilaporkan: Dony Usman

BANJARMASIN- Pulasnya tidur malam warga di seputaran Cemara Ujung, Kayutangi, Banjarmasin Utara, terusik. Bunyi kentongan dan teriakan adanya kebakaran di Jln Cemara Ujung RT21 dan RT22, Kamis (14/2) sekitar pukul 03.00 Wita, membuat mereka panik dan berlarian keluar rumah.

Warga yang dekat dengan sumber api nyaris tidak bisa berbuat apa untuk menyelamatkan harta bendanya, karena api berkobar sangat cepat. Dalam hitungan satu jam, si jago membuat 72 jiwa dari 22 kepala keluarga harus kehilangan tempat berteduhnya.
Selain itu, beberapa warga ada yang kehilangan mata pencahariannya, karena bengkel dan beberapa buah warung turut dilumat si jago merah.
Tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran yang lokasinya berada di tepian Sungai Alalak Utara ini, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Penyebab munculnya api hingga kini masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Pihak kepolisian sudah memasang garis polisi di sebuah rumah yang diduga sebagai asal api.
Kapolsekta Banjar Utara AKP Widodo, melalui Pjs Kanitreskrimnya, Aiptu H Sugianto menjelaskan, untuk sementara api diduga berasal dari tempat kediaman Amat, warga di RT22, yang berada tepat di tepi sungai.
“Informasinya api dari rumah Amat yang malam itu hanya diisi dua anaknya yang masih kecil-kecil. Sedangkan penyebabnya dugaan sementara dikarenakan obat nyamuk, tapi ini masih kita selidiki,” terang Sugianto.
Berbeda dengan informasi dari pihak kepolisian, kabar yang tersiar di lokasi kebakaran maupun para korban menyebutkan api muncul karena adanya hubungan arus pendek.
Sedangkan mengenai rumah asal api, beberapa warga yang berhasil ditemui Metro Banjar di lokasi kebakaran juga mengatakan bila api berasal dari kediaman Amat, di RT22. Soalnya yang pertama mengetahui ada api adalah dua anak perempuan Amat yang saat itu hanya berduaan di rumah.
Teriakan dua bocah inilah yang akhirnya membuat warga sekitar terbangun dari tidur mereka yang saat itu lagi pulas-pulasnya.
Api yang muncul dengan cepat langsung menyambar bagian atas rumah Amat, kemudian mengenai rumah Suni selanjutnya bergerak ke depan bagian kanan dari rumah Amat.
Bukan hanya itu saja kobaran api yang lumayan kencang juga membuat jago merah memasuki kawasan RT21, sehingga empat buah bangunan juga di lahapnya.
Untungnya armada BPK bisa dengan cepat mengurung pergerakan si jago merah. Selain mengepung dari darat, beberapa unit BPK juga membantu dari atas Sungai Alalak Utara.
Tidur di Tenda
Sementara itu, pantauan di siang hari setelah terjadinya musibah kebakaran, beberapa warga nampak sedang istirahat di tenda pengungsian yang berukuran besar didirikan di depan kompleks SDN Sei Miai 5 dan 6.
Selain itu, di dekat lokasi tenda pengungsian milik Dinas Sosial juga sudah didirikan posko dan dapur umum dari Balakar 654 yang terlihat sudah melakukan aktivitasnya untuk melayani mereka yang menjadi korban kebakaran.
Bantuan-bantuan dari beberapa warga lainnnya juga sudah berdatangan, termasuk dari Dinas Sosial Propinsi Kalsel yang menyuplai ratusan nasi bungkus dan air mineral, yang langsung didistribusikan sebagai sarapan korban kebakaran.
Rencananya selain memberikan nasi bungkus dan air mineral, Dinsos Kota Banjarmasin maupun Dinsos Propinsi Kalsel, akan memberikan bantuan lagi berupa sembilan bahan pokok bagi warga yang menjadi korban.

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s