Diskotek Barito Ditutup

  • Waiter dan Bartender Miliki Puluhan Ineks

Rabu, 20 Januari 2008

Dilaporkan: Dony Usman/Budi Arif/Eko Sutriyanto

BANJARMASIN- Diskotek Barito ditutup. Selasa (19/2) sekitar pukul 18.00 Wita, anggota dari Polsekta Banjar Tengah sudah memasang police line di depan pintu masuk diskotek yang berada di Jln Haryono MT itu, menyusul adanya penemuan 39 butir ineks yang melibatkan dua karyawannya, Senin (18/2) malam sekitar pukul 22.00 Wita.
Dua karyawan Diskotek Barito yang diduga terjerat barang haram tersebut adalah waiter Iwan Setiawan (31), warga Jl Soetoyo Gg Baru RT12, Banjarmasin dan bartender Niswanto (34), warga Jl Veteran Gg Lima RT25, Banjarmasin. Keduanya kini menjadi penghuni sel Mapolsekta Banjar Tengah.
Dari tangan Iwan, petugas mendapatkan enam butir ineks, yang terdiri dari tiga butir warna hijau berlogo F4, dua butir coklat tua berlogo S dan satu butir berwarna orange dengan logo S.
Sementara dari tangan Niswanto, selain mendapatkan 33 butir ineks berwarna coklat dengan logo F, juga disita uang tunai Rp200 ribu yang diduga sebagai hasil transaksi.
Saat ditemui di mapolsekta, Iwan dan Niswanto tidak mengakui
pil “gedek” tersebut adalah milik mereka. Mereka juga kompak mengatakan tidak tahu siapa pemilik aslinya.
Niswanto mengatakan, ia sama sekali tidak tahu bagaimana 33 butir ineks itu ada di bar tempatnya bekerja. “Saya tak tahu soal ineks itu, karena ketika ditemukan adanya di bawah rak tempat gelas. Dan ketika itu saya baru saja keluar dari ruangan Pak Irwan,” ungkapnya.
Iwan sendiri mempunyai jawaban lain. Dia menjual nama seorang gadis misterius sebagai pemilik ineks yang ada padanya.
Sedangkan mengenai uang tunai Rp200 ribu, Niswanto yang mengaku baru setahun pindah dari teknisi menjadi bartender ini mengatakan uang tersebut diberikan seorang gadis yang minta dibelikan barang.
Penyidikan
Pantauan Metro Banjar, pemasangan police line itu dipimpin langsung Kapolsekta Banjar Tengah, AKP Dony Eka Putra SIk dengan disaksikan pengelola tempat hiburan tersebut.
Setelah sempat melakukan pemeriksaan ulang ke dalam diskotek, akhirnya beberapa petugas langsung membentangkan garis polisi dan mengikatnya di pintu masuk diskotek. Terhitung sejak itulah, tidak seorangpun diperkenakan masuk ke dalam ruangan diskotek yang memiliki dua lantai ini, karena secara resmi telah dinyatakan sebagai daerah terlarang.
Kapolsek yang ditemui usai melakukan penyegelan mengatakan, penutupan terhadap Diskotek Barito dilakukan tanpa ada batas waktu tertentu.
“Penutupan dilakukan sejak sekarang sampai batas yang belum ditentukan,” tegas Kapolsek.
Menurut kapolsek, tujuannya dipasangnya garis polisi dan pelarangan beraktivitas bagi Diskotek Barito adalah untuk kepentingan penyidikan.
“Kita memasang garis polisi sampai ada izin dari Pengadilan Negeri Banjarmasin untuk bisa melakukan penggeledahan ulang,” terangnya.
Terkait proses hukum terhadap kedua tersangka, Kapolsek menegaskan, keduanya akan dijerat dengan pasal tentang kepemilikan psikotropika golongan I jenis ineks.
“Kedua tersangka kita kenakan pasal 59 UURI No5 Tahun 1997, sedangkan untuk pengelola sampai sekarang masih diperiksa apakah ada keterlibatan atau tidak,” tegasnya.

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s