Sungai Balangan Memakan Korban

  • Diduga Mengapung Hampir Sepuluh Hari

Kamis, 21 Februari 2002

Dilaporkan: Fahri

PARINGIN- Warga Desa Sungai Gampa, Kecamatan Paringin, Kabupaten Balangan geger, menyusul ditemukannya mayat mengapung di sungai Balangan.
Warga kemudian beramai-ramai ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melihat mayat yang masih menggunakan baju berwarna hijau, celana abu-abu, peci hitam, dan pakai ikat pingkang hitam.
Penemuan mayat pertama sekitar pukul 11.00 Wita oleh seorang warga yang sedang mengayuh rakit bambu membawa pisang talas, setelah melapor kepada warga dan warga sekitar terkumpul lalu ia langsung melanjutkan perjalanan.
“Saya juga mendapat laporan dari seorang pengayuh lanting bambu yang sedang membawa pisang. Saya pun langsung berteriak panggil warga dan melaporkan ke polisi,” ujar Zainal Abidin, 45 tahun, Ketua Rt 10 Desa Gunung Pandau, Paringin, ketika dikonfirmasi di tempat kejadian, Rabu (20/02).
Padahal, lanjutnya, sebelumnya tak pernah terjadi penemuan mayat di sungai Balangan sehingga penemuan kali ini membuat gempar warga, tetapi warga di sekitar sini tidak mendapat laporan kalau ada hilang sehingga kuat dugaan mayat adalah warga Kecamatan Halong dan Juai. “Kemungkinan mayat adalah Kecamatan Halong dan Juai, alasannya daerah sanalah berawal larutnya mayat,” tambahnya.
Pantauan Metro, mayat sebelumnya berada di tepian sungai menyangkut di ranting sehingga mengapung.. Karena warga tidak ada yang beraninya mengangkat, akhirnya Zainal Abidin beserta Udin memberanikan diri untuk menarik mayat menggunakan lanting untuk ditepikan. Mayat sudah berbau busuk karena jari kaki dan tangan hampir putus, kepala kiri terkelupas.
Sementara Kapolres Balangan AKBP Iswahyudi melalui Kapolsek Paringin Iptu Gredius Martin mengatakan, diperkirakan mayat mengapung sudah puluhan hari, dengan bukti fisik mayat sudah membusuk, jari kaki dan tangan sudah putus. Sedangkan kalau mengapung 3 sampai 4 hari mayat pasti masih mengeluarkan darah dari hidung dan mulut.
“Mungkin sudah puluhan hari mayat mengapung karena bukti fisik jari kaki dan tangan putus, kalau diangkat pasti hancur,” terang mantan Polairut Polda Kalsel.
Mengenai kepala yang terkelupas, Martin memperkirakan akibat benturan dahan dan ranting kayu karena mayat sempat sangkut saat hanyut. “Karena hayut di sungai sudah puluhan hari, kemungkinan besar terbentur dahan dan ranting kayu,” tukasnya.
Apakah mayat tewas akibat tindakan kriminalitas, dia menjelaskan, setelah mendapat informasi pukul 11.30 Wita langsung melakukan tindakan ke tempat kejadian perkara, cari saksi, dan melakukan visum refertum ke Rumah Sakit Daman Huru Barabai. “Tunggulah hasil visum, baru kita bisa menyimpulkan apakah terjadi tindakan kriminalitas atau bukan,” tandasnya.

Iklan

1 Komentar

  1. salam kenal aja


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s