Wasit Nyaris Dikeroyok

* Persekaban Tekuk Posindo

Dilaporkan: Aya Sugianto/Abuk

Sabtu, 23 Februari 2008

BANJARMASIN- Pertandingan Grup I yang menemukan Persekubar Kaltim melawan Persebaru Banjarbaru, diwarnai ketidakpuasan kedua tim dengan hasil imbang 2-2 pada lanjutan delapan besar Kejuaraan Gubernur Cup III Kalsel 2008 yang digelar di Stadion 17 Mei Banjarmasin, Jumat (22/2).
Dua gol wakil Kaltim tersebut tercipta melalui tendangan penalti Fani Setyo D pada menit ke-21 dan Deddy Suwarna menit ke-70 yang merupakan pemain pengganti Fany Setyo D pada menit ke 59. Sedang dua gol Persebaru tercipta melalui hasil tendangan penalti Perdiansyah pada menit ke 30 dan Suparman pada menit ke-35.
Pertandingan yang dipimpin Baktiansyah tersebut, sempat terhenti beberapa menit, akibat Persebaru protes atas keputusan wasit yang menolak hukuman penalti.
Bahkan wasit Baktiansyah sempat keluar lapangan setelah hendak dikeroyok anak-anak dari Kota Idaman Banjarbaru hingga pertandingan sempat terhenti beberapa menit. Namun, usaha anak-anak Persebaru berhasil dihalang-halangi petugas keamanan dibantu panpel serta dua hakim garis.
Pelatih Persikubar, pelatih dan manajer Persikubar Drs Nuh Yakub dan Lulut Kistono, mengakui kecewa berat atas sikap tidak tegas wasit.
Menurutnya, setelah kena tekan pemain Persebaru Banjarbaru, sikap wasit kemudian berubah. “Itukan sebenarnya kartu merah apa lagi saya lihat wasit ditendang,” kata Drs Nuh Yakub.
Ditambahkan Lulut Kistono malah sebaliknya setelah itu sikap wasit berubah. “Kami datang ikut turnamen disini menghabiskan duit Rp 250 juta lebih mas. Masa kami dikerjai,” kata mantan pemain Barito Putera itu dengan nada kecewa.
Diakui Lulut Kistono timnya diundang dan ikut pada kejuaraan tersebut hanya untuk meramaikan kejuaraan. ” Kalua tahu begini lebih baik kami melakukan try out ke Jawa,” kata Lulut Kistono seraya menambahkan.
Ditanya apakah dengan kepemimpinan wasit pihaknya akan melakukan protes surat tertulis, Lulut Kistono mengakui tidak perlu hal itu dilakukan, namun dia berharap agar ke depannya wasit yang memimpin jalannya pertandingan bisa bersikap adil, sehingga kejuaraan ini benar-benar bisa ditonton dan menjadi contoh yang baik persepakbolaan di banua Kalsel.

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s