Kos Mahasiswa Tapin Diobok-obok

  • Ditemukan 14 Ineks
  • Dua Mahasiswa Diamankan

Minggu, 2 Februari 2008

Dilaporkan: Irfani Rahman

BANJARMASIN – Kos Mahasiswa Tapin, di Jln Karya Sabumi RT17, Kelurahan Pangeran, Kecamatan Banjarmasin Utara, diobok-obok Sat II Direktorat Narkoba Polda Kalsel, Jumat (29/2) sekitar pukul 21.00 Wita.
Hasilnya sangat mengejutkan. Petugas menemukan 14 ineks di salah satu kamar asrama, yang dihuni Rahmatul Firdaus (24) dan Arif Darmawan (23). Ineks itu ditemukan petugas dalam kantong celana, yang terbungkus dalam dua kantong plastik masing-masing berisi 7 butir ineks berlogo RN berwarna coklat.
Dengan ditemukan barang haram itu, Rahmatul Firdaus, warga Jln Pembangunan RT14/01, Rantau Kiwa, Kecamatan Tapin Utara, dan Arif Darmawan, warga Jln Darussalam RT10/8, Rantau Kanan, Kecamatan Tapin Utara, digelandang petugas.
Tidak mereka saja, petugas juga menggelandang Agus Parman (21). Pasalnya, saat penggerebekan dilakukan petugas, warga Jl Kelayan B, Gg Gembira RT15, Banjarmasin Selatan, itu berada di dalam kamar asrama yang dihuni dua mahasiswa asal Tapin tersebut.     Kepada petugas, Firdaus mengaku sebagai mahasiswa Fisip Unlam semester 7, sedangkan Arif mengaku sebagai mahasiswa  STIKIP Sultan Adam, juga semester 7.
Kasat II Ditnarkoba Polda, AKBP Dwi Tjahyono, yang dikonfirmasi via handphone, Jumat (29/2) malam, membenarkan adanya penangkapan tersebut. “Masih dalam pengembangan,” sebut Dwi pendek.
Ketika Metro Banjar izin untuk meminta data ke kantor, Dwi pun mempersilakan. Namun ketika tiba di kantor Sat II Ditnarkoba, sekitar pukul 22.40 Wita, seorang perwira piket menolak untuk memberikan dengan alasan belum ada izin dari pimpinan.
“Maaf, kita belum mendapat izin (mengekspose, Red.),” ungkapnya seraya diikuti anak buahnya yang melarang Metro Banjar untuk memfoto para tersangka.
Meski begitu Metro Banjar sempat berpapasan dengan Berdie SH, pengacara yang sering menangani kasus narkoba. Dikonfirmasi Sabtu (1/3) siang, Berdie SH membenarkan saat ini dirinya sebagai penasihat hukum bagi tiga pemuda itu.
Disinggung tentang ketiganya telah ditetapkan sebagai tersangka, Berdie membenarkannya. “Memang resmi tersangka ketiganya. Dari keterangan, barang itu milik Agus,” ungkap Berdie.
Tutup Mulut
Keberhasilan menggulung para pengedar narkoba juga dipetik  jajaran Satuan I Direktorat Narkoba Polda Kalsel. Iwan (26), warga Jl Pekapuran Raya, Gg Melati III, Banjarmasin Timur, diamankan petugas, setelah kedapatan membawa puluhan butir ineks, saat berada di Jl Perintis Kemerdekaan, Banjarmasin Tengah, Jumat (29/1) sekitar pukul 20.00 Wita.
Iwan pun langsung digelandang ke Kantor Sat I Direktorat Narkoba Polda Kalsel. Hingga Sabtu (1/3) pukul 03.00 Wita, petugas yang berupaya melakukan pengembangan penyidikan tak membuahkan hasil lagi. Iwan ternyata melakukan aksi tutup mulut.
Direktur Narkoba Polda, Kombes Drs Sukirman, melalui Kasat I, AKBP Made Wijana, yang dikonfirmasi, Jumat (29/2) malam, membenarkan penangkapan tersangka.
“Saat kita geledah, kita temukan ineks. Setelah dihitung, jumlahnya 25 butir dengan logo Nazi warna biru,” beber Made.
Dari hasil pemeriksaan sampel ineks itu ke BPOM Banjarmasin malam itu juga, hasilnya adalah positif mengandung amfetamine dan tersangka dijerat pasal 59 UU RI Nomor 5 Tahun 1997 tentang psikotropika golongan I.
Iwan sendiri mengaku barang itu dari Dian. “Ngambil sama Dian,” ungkapnya dengan lancar.
Siapa Dian dan tinggal dimana, Iwan mengaku tidak tahu. “Tidak tahu. Ngambilnya di pinggir jalan saja. Ia ngantar pakai mobil,” ucapnya kembali lancar.
Menurutnya, ineks itu ia ambil sekitar satu minggu lalu. “Jumlah yang diambil sekitar 30 butir dengan harga Rp100 ribu per butir,” ujarnya.
Kasat I Ditnarkoba Polda, AKBP Made Wijana mengatakan, tersangka merupakan pengedar baru. Dia mengambil ineks Rp100 ribu dan menjualnya kembali Rp110 ribu.
“Kita duga barang itu diedarkan di diskotek. Kita masih mengembangkan penyelidikan,” ungkapnya.

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s