Dua Oknum Samsat Ditahan Palsukan Pajak Dipenda

  • Libatkan Seorang Warga

Selasa, 4 Maret 2008

Dilaporkan: Irfani Rahman 

BANJARMASIN – Aries Pranajaya, Dirman dan H Dedi kena batunya. Akibat ulahnya memalsukan Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD) yang ada pada Surat Keterangan Nomor Kendaran (STNK), ketiganya harus meringkuk di sel Polda Kalsel.
Aries Pranajaya (41), warga Jln Gatot Subroto, Gang Kemiri, Banjarmasin Timur (Bantim), terlihat pasrah ketika dijemput jajaran reserse mobil (Resmob) Polda Kalsel di kantornya, Senin (3/3) sekitar pukul 11.00 Wita.
Lelaki yang tercatat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Pendapatan Daerah Unit Samsat Banjarmasin ini langsung digiring ke Ditreskrim Mapolda Kalsel untuk diperiksa jajaran penyidik Resmob Polda Kalsel.
Tak hanya Aries, Dirman, warga Jln Pramuka Kompleks Satelit Permai RT15, juga mendapat perlakukan yang sama. PNS Dipenda ini digiring petugas Resmob Polda Kalsel ke Ditreskrim untuk dimintai keterangannya terkait pemalsuan SKPD tersebut.
Setelah diperiksa intensif, Aries dan Dirman akhirnya resmi dijadikan tersangka dan ditahan pihak penyidik Senin (3/3) sore. Keduanya menyusul H Dedi, warga Jln Hikmah Banua RT 49 Simpang Pinang Banjarmasin, yang lebih dulu masuk sel, Minggu (2/3), terkait kasus yang sama.
Terungkap
Informasi diperoleh Metro Banjar, terungkapnya kasus pemalsuan ini bermula dari laporan PT Kalimantan Energi Utama (KEU), atas nama Reza Pahlevi, yang ingin mengurus pajak mobil Panther DA 9305 AV dan Inova DA 8330 AL. Saat itu, petugas pajak yang melayani Reza mengatakan kalau SKPD dua mobilnya itu belum dibayar.
Pihak PT KEU pun terkejut, karena pajak mobil tersebut telah dibayarkan tahun lalu. Merasa dirugikan, pihak PT KEU melaporkan hal tersebut ke polisi.
Petugas Resmob Polda Kalsel melakukan penyidikan. Beberapa saksi pun dimintai keterangan oleh penyidik. Mulai dari pelapor sampai beberapa saksi, termasuk Aries Pranajaya, Dirman dan H Dedi.     Ujung dari pemeriksaan, Resmob Polda Kalsel berkeyakinan pajak STNK itu telah dipalsukan. Untuk mencari pelakunya, petugas kemudian mempelajari aliran pembayaran pajak mobil Panther DA 9305 AV dan Inova DA 8330 AL tersebut.
Awalnya, pembayaran pajak STNK itu dibayarkan via Dirman, PNS Dipenda. Oleh Dirman diteruskan ke Aries, yang juga PNS Dipenda. Aries kemudian menyuruh H Dedi melakukan pemalsuan.
“H Dedi inilah yang melakukan pemalsuan. Dengan STNK yang habis masa berlakunya dihapus kemudian ditulis ulang,” kata Direktur Reskrim Kombes Drs Wahyu Adi melalui Kasat I Kriminal Umum Ditreskrim Polda AKBP Endro Kiswanto.
Siapa otaknya? “Aries telah kita tetapkan sebagai tersangka karena menyuruh. Ya, bisa dikatakan sebagai otaknya,” ungkap Endro.
Terpisah, M A Rudi, Koordinator Penerimaan Pajak Daerah Samsat Banjarmasin yang dikonfirmasi, senin (3/3), via HP tak mengelak kalau Aries merupakan pegawai tempatnya bekerja.
“Ia yang bersangkutan bagian pembantu master data,” ungkap Rudi seraya mengatakan perbuatan itu dilakukan diluar prosedur Samsat.
Ditanya apakah dirinya pernah diperiksa petugas sebagai saksi kasus ini, Rudi pun tak mengelak.
“Ia pernah. Secara kasat mata, pajak mobil Panther DA 9305 AV dan Inova DA 8330 AL terlihat palsu,” beber Rudi seraya mengatakan jika masyarakat ingin berurusan surat-surat kendaraan hendaknya melalui langsung ke loket.

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s