‘Ineks’ Tersebar di Duabelas Titik

  • Police Line Athena Dibuka

Rabu, 5 Maret 2008

Dilaporkan: Budi Arif RH/Hari Widodo

BANJARMASIN- Setelah sempat dipasang police line oleh jajaran Poltabes Banjarmasin, sejak Minggu (2/3) dini hari, diskotek Hyper Athena HBI akhirnya resmi dibuka kembali Selasa (4/3) sekitar pukul 02.30 Wita.
Pembukaan police line di diskotek megah ini dilakukan setelah anggota Satnarkoba Poltabes selesai melakukan penggeledahan lanjutan di dalamnya.
Berdasarkan pantauan Metro, segenap penjuru ruang Diskotek HBI digeledah anggota Satnarkoba mulai dari toilet, lantai, plafon, serta ruang-ruang yang ada di dalamnya. Penggeledahan berlangsung selama kurang lebih 5 jam, mulai dari pukul 20.00 Wita, hingga pukul 01.00 Wita.
Hasil dari penggeledahan, petugas menemukan butiran dan penggalan pil yang diduga ineks atau ekstasi, tersebar di sekitar 12 titik, yang kebanyakan ditemukan di bawah meja atau kursi pengunjung, yang jumlahnya hampir 8 butir.
Kasatnarkoba Poltabes, Kompol Andi Aliamin SH mengungkapkan, pihaknya membuka police line di Diskotek HBI karena penyidikan dan penggeledahan lanjutan sudah selesai dilaksanakan.
“Kita kan memasang police line sesuai dengan kebutuhan penyidikan, karena penyidikan dan penggeledahannya sudah selesai, police line akhirnya kita buka sekitar pukul 02.30 Wita,” ungkap Andi.
Diakui Andi, dari hasil penggeledahan lanjutan, pihaknya menemukan pil yang diduga ineks sebanyak 6 1/2 butir, dan kemudian ditambah lagi dengan temuan pil yang diduga ineks sebanyak 1 1/4 butir.
“Kebanyakan barang bukti itu kita temukan tersebar dibawah meja kursi pengunjung,” terang Andi.
Andi menambahkan, dalam kasus ini pihaknya masih terus melakukan pemeriksaan terhadap Manager Diskotek Hyper Athena HBI, yakni Andreas Fhaan alias Aan.
“Aan masih terus kita periksa, tapi untuk sementara statusnya masih sebagai saksi,” terang Andi.
Diterangkan Andi sebelumnya, berkait oknum waiter, Rusmadi alias Madi, yang tertangkap saat akan bertransaksi dengan petugas yang melakukan undercover buy, pihaknya sudah menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka.
“Sedangkan untuk dua waiter dan seorang pengunjung wanita yang kemarin ikut dibawa untuk dimintai keterangan sebagai saksi, sudah kita pulangkan. Tapi mereka tetap kita kenakan wajib lapor,” terang Andi.
Cabut Izinnya
Penemuan Ineks dalam serangkaian penggeledahan yang dilakukan aparat Poltabes Banjarmasin terhadap diskotek Hyper Athena dan Barito beberapa waktu lalu, merupakan bukti nyata bila diskotek benar-benar menjadi tempat peredaran narkoba. Karena itu, Fraksi PKS DPRD Banjarmasin mendesak Pemko Banjarmasin untuk mencabut izin usaha diskotek tersebut.
Wakil Ketua Fraksi PKS, Awan Subarkah menegaskan, dari bukti berupa penemuan ineks di diskotek yang dilakukan aparat membuktikan memang telah terjadi peredaran narkoba di tempat hiburam malam tersebut.
“Sudah terbukti melakukan pelanggaran. Karena itu, alangkah bagusnya diskotek ini dicabut izin usahanya,”cetus Awan yang juga Wakil Ketua Komisi I DPRD Banjarmasin, Selasa (4/3).
Menurutnya, perlu ada sikap tegas, untuk bisa menghentikan peredarannya. Ia berharap sikap tegas pencabutan izin usaha terhadap kedua diskotek ini menjadi pelajaran baik bagi diskotek lainnya untuk benar-benar berhati-hati dalam mengelola diskotek sehingga tidak menjadi tempat peredaran narkoba.
Faktanya, penemuan narkoba di diskotek tidak dibawa oleh pengunjung diskotek tetapi dilakukan oleh bartender ataupun waitres artinya peredaran narkoba ini dilakukan oleh pihak pengelola diskotek.
“Kita memang belum menyampaikan sikap kita ke Walikota. Namun, kita lihat Walikota sudah menyatakan sikap tegasnya untuk memerangi peredaran narkoba dengan memutuskan mencabut izin usaha diskotek yang terbukti tempat peredaran narkoba,”katanya.
Seperti diberitakan, Diskotek HBI dipolice line sebagai buntut dari tertangkapnya seorang waiter, Rusmadi alias Madi (32), warga Jl Belitung Darat Gg BKIA RT18, Banjarmasin Barat.
Madi ditangkap dengan barang bukti dua butir pil yang diduga ineks berwarna coklat muda berlogo ‘S’, saat akan bertransaksi dengan anggota Satnarkoba Poltabes yang melakukan undercover buy atau menyamar sebagai pembeli, Sabtu (1/3) sekitar pukul 23.40 Wita.
Dalam penggeledahan di ruang Diskotek HBI malam itu, petugas menemukan 5 bungkus plastik yang berisi serbuk yang diduga merupakan remukan ineks berwarna merah muda dari box 501. Jika melihat banyaknya, perbungkus diperkirakan berisi antara 20 hingga 25 butir.
Atas temuan serbuk-serbuk itu, petugas membawa dua orang waiter, Mahrizal (22), warga Jl Belitung Darat Gg BKIA RT18 dan Aspian Noor (23), warga Jl Raya Belitung RT20, Banjarmasin Barat, serta seorang pengunjung, Marliani (24), warga Jl Belitung Darat Gg Binamarga RT34, Banjarmasin Barat. Namun statusnya ketiganya hanya sebagai saksi saja.

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s