Dua Kaki Pembunuh Kopral Didor

  • Mau Kabur ke Balikpapan

Jumat, 7 maret 2008

Dilaporkan: Budi Arif RH

BANJARMASIN – Pembunuh Abdullah alias Kopral alias Nanang (38) akhirnya tertangkap. Sang algojo, M Riduan alias Iwan (23), warga Jl Kraton RT23, Martapura, berhasil diringkus anggota Polres Hulu Sungai Selatan (HSS), di kawasan Desa Gambah, Jl Sudirman, Kandangan, Kamis (6/3) sekitar pukul 08.30 Wita.
Riduan tidak sendiri. Dua rekannya, yang terlibat membantu membawa kabur motor korban, yakni Sarwani alias Wani (19), warga Desa Bahaur RT2, Pulang Pisau, dan Azhar alias Hairul Jainudin (18), warga Desa Bahaur RT1, Pulang Pisau, juga berhasil diringkus petugas di tempat yang sama.
Namun bedanya, kaki kiri dan kanan Riduan sempat dihadiahi dua peluru petugas karena mencoba melarikan diri. Begitu juga Sarwani. Dia mendapat satu peluru di kaki kanannya. Yang agak beruntung Azhar, dia tidak dihadiahi timah panas.
Dengan tertangkap Riduan cs, maka terungkap pula latar belakang pembunuhan terhadap Kopral, pengajar privat yang ditinggal di Jl Simpang Rahmat Gg Garuda RT13 RW4, Kuin Cerucuk, Banjarmasin Barat itu.
Menurut keterangan Kasatreskrim Poltabes, AKP Bahruddin Tampubolon SE SH, seks adalah penyebabnya. “Kopral memaksa tersangka Riduan untuk berhubungan lebih khusus. Riduan pun menolaknya dan memberikan perlawanan secara tak terkontrol. Riduan memukuli korban pakai kayu ulin hingga tewas,” ujarnya.
Soal motor yang dibawa kabur, kata Bahruddin, sepertinya tidak direncanakan. “Hanya spontanitas. Tersangka mengambil untuk kabur,” ucap Bahruddin.
Ke Balikapapan
Informasi dihimpun, setelah membunuh Kopral, Selasa (4/3) sekitar pukul 04.00 Wita, Riduan dibantu Sarwani langsung kabur dengan membawa dua buah sepeda motor dan handphone milik korban.
Setelah itu Ridwan dan Sarwani pulang ke kos-kosannya untuk menjemput Hairul. Pagi itu juga, ketiganya langsung meninggalkan kos-kosan dengan tujuan ke Balikpapan melalui rute Pelaihari.
Namun sesampainya di Sungai Danau, mereka tidak meneruskan perjalanan. Karena jalan yang mereka lalui rusak parah. Di Sungai Danau mereka sempat berisitirahat dan tidur di sebuah musala.
Rabu (5/3) petang, mereka kemudian melanjutkan perjalanan ke Balikpapan. Tapi rutenya melalui kawasan Hulu Sungai. Kamis (6/3) sekitar pukul 08.30 Wita, mereka tiba di kawasan Kandangan.
Apesnya. Saat memasuk kawasan Desa Gambah, mereka kepergok seorang anggota Samapta Polres HSS, Briptu Suharso, yang curiga melihat sepeda motor yang dipakai ketiganya sesuai dengan ciri-ciri sepeda motor korban yang disebarkan pihak Poltabes.
Sambil mengontek anggota reskrim, Suharso mengejar motor ketiga tersangka dan berhasil menghentikan sepeda motor Suzuki Satria warna biru muda bernopol DA 5444 JC, yang ditunggangi Sarwani dan Hairul, dekat Taman Kota Kandangan.
Sementara, anggota Reskrim yang melakukan pengajaran berhasil menghentikan sepeda motor Kawasaki Ninja warna hijau bernopol DA 3747 NB yang ditunggangi Riduan di depan RS Kandangan.
Saat diperiksa, kedua motor itu memang sesuai dengan ciri-ciri motor milik Kopral yang disebarkan pihak Poltabes. Ketiganya pun langsung ditangkap dan akhirnya dijemput anggota Reskrim Poltabes dan Polda.
Namun pada saat dilakukan pengembang kasus di Cempaka, Kota Banjarbaru, Riduan dan Sarwani mau melarikan diri. Sebelum mereka lolos, petugas berhasil melumpuhkan keduanya dengan timah panas.
Sesampainya di Banjarmasin, Kamis (6/3) sekitar pukul 18.45 Wita, Riduan dan Sarwani langsung dilarikan ke ruang UGD RS Bhayangkara. Usai mendapatkan pengobatan di RS Bhayangkara, keduanya langsung dibawa ke ruang Satreskrim, menyusul Hairul yang dibawa lebih dulu guna menjalani pemeriksaan.
Bahruddin menerangkang, sesuai hasil penyelidikan yang dilakukan jajarannya, tersangka memang ada tiga orang.
“Ini terungkap setelah kita berkoordinasi dan menyebarkan ciri-ciri ranmor milik korban yang dibawa kabur ke semua Jajaran Polda Kalsel, bahkan hingga kepolisian Kalteng,” ujar Bahruddin yang didampingi Kasat I Ditreskrim Kriminal Umum, AKBP Endro K.
Terpisah, Kapolres HSS, AKBP Drs Taufik, melalui Kasatreskrim, AKP Dicky Hermansyah SSos, membenarkan jika anggotanya telah menangkap ketiga tersangka itu beserta barang bukti sepeda motor milik korban.
“Anggota kita dari Samapta yaitu Briptu Suharso melihat motor- motor tersebut melintas di Kandangan dan curiga karena sesuai dengan ciri-ciri yang diberikan pihak Poltabes, anggota itu langsung menghentikan motor Satria, sedangkan yang Ninja dihentikan oleh anggota reskrim setelah diberitahu Briptu Suharso,” terang Dicky.

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s