Lawan Api dengan Cermin

  •  5 Jam, 346 Rumah Ludes
  •  Pertamina tak Mau Diminta Bantuan

Selasa, 11 Maret 2008

Dilaporkan: Herliansyah

KOTABARU- Hanya dalam tempo sekitar lima jam, ratusan rumah, toko sembako dan fasilitas umum di kelurahan Kotabaru Tengah, Kecamatan Pulau Utara, Kotabaru, ludes akibat kebakaran, Minggu (9/3) malam, mulai pukul 20.00 Wita hingga Senin (10/3) pukul 01.00 Wita.

Tidak terdapat korban jiwa maupun luka-luka serius pada musibah kebakaran yang diduga disebabkan dari lilin yang kemudian membakar sebuah rumah warga dan kemudian menjalan ke bangunan lainnya. Kebakaran terjadi bersamaan dengan pemadaman aliran listrik PLN sejak Minggu sore.
Meski angin tidak bertiup kencang saat itu, kobaran api dengan cepat meluas menjalar di permukiman padat penduduk  di seputaran Jl Patmaraga, Jl H Agus Salim, Jl Pangeran Diponegoro, dan Jl Singabana yang merupakan kawasan hunian padat penduduk di pusat kota Kotabaru.
Barisan pemadam kebakaran (BPK) Pemkab Kotabaru dibantu anggota pemadam masyarakat yang berusaha memadamkan kobaran api tidak dapat berbuat banyak karena pemukiman padat sulit ditembus akibat sempitnya akses jalan masuk.
Pantauan di lapangan api berkobar dahsyat membuat ribaun warga terus berhamburan menyelamatkan diri serta mengamankan barang- barang milik mereka ke tempat yang lebih aman atau ke rumah keluarga.
Di tengah kepanikan ribuan warga yang berusaha menyelamatkan barangnya ke tempat aman, ada juga warga yang mencoba melawan api menggunakan cara-cara tradisional.
Seperti yang dilakukan Ny Kare. Pengalaman dialami 2006 silam api meluluhlantakan bangunan rumahnya di desa Rampa Lama tak satu pun barang miliknya terselamatkan, membuat ia lebih hati-hati. Walaupun kobaran api saat itu masih sangat jauh dari kediamanya, wanita itu sudah bergegas menyelamatkan semua barang milik saudaranya, mulai dari pakaian, barang-barang berharga hingga gelas dan piring pun dievakuasi ketempat lebih aman.
Sesekali ibu rumah tangga dikarunia satu putra dan satu putri itu, naik turun di sebuah loteng rumah milik saudaranya itu untuk melihat perkembangan api. Bahkan, begitu traumanya hingga mengikatkan cermin dan mengarahkan ke lokasi api berkobar, maksudnya agar gumpalan api yang semakin membesar tidak mengarah ke rumah saudaranya itu. “Coba ambil cermin, biar api tidak kemari,” katanya meminta kepada keponakannya.
Data sementara api menghanguskan permukiman warga dan hampir melahap fasilitas umum, Rumah Sakit Kumala Bhayangkara dan TK Bhayangkara, Pesantren dan Panti Asuhan Suriansyah, toko sembako dan counter HP. Sebanyak 346 rumah ludes terbakar, membuat 395 kepala keluarga (KK) dengan total jiwa 1.352 jiwa kehilangan tempat tinggal. Rumah dinas Wakapolres Kotabaru, Kompol Midi Siswoko juga ludes terbakar.
Kapolres Kotabaru, AKBP Saidal Mursalin, ketika diminta konfirmasinya, menjelaskan, dalam musibah ini tidak ada korban jiwa.  “Penyebab kebakaran masih belum diketahui dan masih dalam penyidikan petugas kita,” jelas Saidal.
Sesalkan Pertamina
Terpisah, Wakapolres Kotabaru, Kompol Midi Siswoko, menyesalkan, saat api berkobar kian membesar, meminta bantuan tambahan bantuan unit pemadam dari Pertamina namun tidak mendapat respon. Alasannya, pihak Pertamina harus koordinasi terlebih dahulu dengan kontraktor.
“Kalau emergency buat apa harus terlalu prosedur. Tidak seperti PT Arutmin, tidak diminta dia datang berikan bantuan,” tandas Midi.
Senada, Wakil Bupati Kotabaru, Fatizanoso S, juga sangat menyesalkan keputusan diambil pihak Pertamina. Padahal saat itu sangat memerlukan bantuan tambahan mobil unit kebakaran.
“Saya sangat menyesalkan kenapa seperti itu,” ungkap orang nomor dua di Kotabaru itu.
Api baru bisa dipadamkan sekitar 5 jam setelah bantuan mobil unit pemadam tambahan milik PT Arutmin dan anggota pemadam masyarakat lainnya datang.

Gagal Bulan Madu
RIBUAN jiwa ratusan KK di Kelurahan Kotabaru Tengah kehilangan telah tempat tinggal. Tetapi tidak mesti harus menggagalkan pasangan Novarin Ridoni dan Kamalia yang telah berencana melangsungkan perkawinan di pelaminan yang telah ditata beberapa hari lalu. Meski begitu sederhana, acara pernikahan tetap berlangsung di sebuah Musala Al-Taqwa.
Persiapan rencana perkawinan, Senin (10/3), termasuk hiburan alunan musik keyboard, tidak terdengar. Hanya saat acara pernikahan berlangsung di musala itu terdengar suara sibuk para korban kebakaran sedang mengevakuasi barang-barang mereka.
Kesedian tampak terlihat jelas di wajah Novarin Ridoni, diketahui seorang anggota Polri asal Kabupaten Banjar. Rencana melangsungkan perkawinan sekaligus berbulan madu di tempat kelahiran sang kekasih pujaan, yakni Kotabaru, terpaksa ditunda. Nantinya, dipindah, dilaksanakan di Martapura.
“Acara perkawinan ini sekaligus rencana berbulan madu di sini. Karena musibah ini, bukan tidak jadi dilaksanakan, tetapi akan dilangsungkan di Martapura,” tutur Novarin singkat kepada wartawan.

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s