Ban Truk Renggut Dua Nyawa

  • Besuk Adik di Penjara

Kamis, 13 Maret 2008

Dilaporkan: Budi Arif RH

BANJARMASIN- Tak sampai 24 jam, 3 nyawa melayang dalam kecelakaan lalu lintas yang terjadi di seputaran Kota Banjarmasin, yakni di kawasan Lingkar Dalam, Teluk Dalam, Kuripan.

Rabu (12/3) sekitar pukul 15.00 Wita, isak tangis dan pekik histeris langsung membahana di ruang UGD RS Bhayangkara. Seorang pria berseragam anggota TNI AD, Abidillah, dan istrinya, tak kuasa membendung kesedihan dan syok setelah melihat putranya, Weldan Abdarizal (18).
“Ya Allah..Ya Robbi..Ya Rasulullah..ampuni dosaku ya Allah..anakku Ya Allah..kasihannya anakku Ya Allah..” lirih wanita berjilbab sambil memegangi jenazah anaknya.
Weldan yang tercatat sebagai pelajar SMAN 5 Banjarmasin kelas Xd, tewas dengan kepala berlobang setelah sepeda motor yang ditunggangi mengalami kecelakaan di Jl P Hidayatullah, Lingkar Utara Dalam, Banua Anyar, Banjarmasin Timur.
Warga Jl Veteran Komp A Yani II RT25, Banjarmasin Timur,itu langsung dilarikan warga ke RS Bhayangkara dengan mobil pikap yang kebetulan melintas. Namun belum sempat mendapatkan perawatan dari petugas medis, jiwanya sudah tak tertolong lagi.
Berdasarkan pantauan Metro Banjar di lapangan, kecelakaan itu terjadi di sekitar tikungan yang berada tak jauh dari Gedung PWI. Tidak diketahui dengan pasti penyebab kecelakaan itu.
Sementara itu, beberapa teman korban nampak tidak percaya dan tidak menyangka atas kejadian ini.
“Padahal tadi pas istirahat kami ada berkumpul dengan Weldan, dia terus bercanda, di luar kebiasaannya sehari-hari,” ungkap Rahmadani, teman satu sekolah dengan korban.
Usai Besuk di LP
Demi kecintaan pada sang adik yang mendekam dalam LP Teluk Dalam, Ny Gt Noor Siyah (44), rela mengorbankan waktu untuk membesuk dan mengirim makanan.
Namun usai membezuk sang adik itu pulalah, warga Jl Sei Jingah RT2, Banjarmasin Utara, itu menjadi korban kecelakaan. Ia tewas setelah kepalanya terlindas truk bermuatan minuman ringan, Rabu (12/3) sekitar pukul 11.00 Wita, di depan SMKN 5 Banjarmasin.
Tidak berapa lamam datang seorang pria kurus bersama seorang bocah, serta sepasang pria dan wanita dewasa, dengan tergopoh- gopoh, seperti ada yang dicari. Setelah menemukan, seketika mereka terdiam. Begitu terpukul.
Pria kurus tersebut tak lain adalah Wahyudin (50), suami korban, yang datang bersama adik dan putra bungsunya, Rahmat Bakti (7). Sebelumnya, Wahyudin sempat datang ke poltabes untuk menanyakan informasi tentang kecelakaan yang terjadi dekat LP Teluk Dalam itu.
“Saya mencari istri saya. Dia tadi membesuk adik ke LP, tapi belum pulang. Dapat kabar, ada kecelakaan di sana,” ucap PNS BKPKN ini.
Sementara itu, ketika mengetahui sang ibunda telah tiada, Rahmat Bakti langsung menangis tersedu-sedu. Bocah kelas II SD itu langsung memeluk ayahnya yang kemudian langsung digendong.
“Mama…mama…kenapa mama…,” tangis bocah sambil memeluk erat sang ayah.
Informasi terhimpun, setelah membesuk adik di LP, korban pulang mengendarai Supra X DA 3246 JY. Saat di depan SMKN 5, korban bermaksud menyalip dari sisi kiri truk bermuatan minuman ringan yang berada di depannya.
Ketika berdampingan dengan truk itu, tiba-tiba sepeda motornya terjatuh. Tubuhnya masuk ke kolong truk hingga kemudian terlindas ban belakang sebelah kiri.
Pengemudi truk DA 9237 AF, Abdul Rahman (64), warga Jl Kelayan B, Gg Jais RT10, Banjarmasin Selatan, diamankan anggota Satlantas Poltabes bersama truknya. Menurut Abdul Rahman, dirinya tidak melihat kalau korban jatuh.
“Sama sekali saya tidak melihat, kalau di samping truk, korban jatuh. Saat itu saya menjalankan truk sangat pelan. Tapi namanya tak melihat, akhirnya terlindas,” kata Abdul Rahman.
Tabrak Gundukan
Selasa (11/3) sekitar pukul 22.00 Wita, Fauzi Noor (26), warga Jl Simp Pangambangan RT9, juga tewas akibat terlindas truk bak kayu di Jl A Yani Km2, Simpang Tiga Kuripan.
Bermula, truk DA 2913 AF yang dikemudikan Samsudin (52), warga Jl Cendrawasih RT15A, Gg I, Banjarmasin, meluncur ke arah dalam kota.
Pada waktu truk itu hendak lurus, terhalang beberapa mobil yang mau belok ke Jl Kuripan yang berhenti karena lampu merah. Saat lampu hijau, truk ikut berjalan beriringan dengan mobil- mobil yang hendak belok ke Kuripan.
Ketika itulah Suzuki Smash DA 5112 JM yang ditunggangi korban keluar dari Kuripan menuju ke dalam kota. Namun saat melintasi gundukan kecil di jalan, ia jatuh ke arah kiri dan mengenai ban belakang sebelah kanan luar dari truk disopiri Samsudin itu.
Samsudin langsung menepikan truknya dan berupaya melarikan korban ke RSUD Ulin. Namun korban keburu meninggal dalam perjalanan.

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s