Iskandar dan Muchlis Disel

  •  Babak Baru Penyidikan DAK Pendidikan
  •  Diisolasi di Blok A No19

Kamis, 13 Maret 2008

Dilaporkan: Irfani Rahman/Arianto

BANJARMASIN – Akhirnya, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Banjarmasin Ir Iskandar Zulkarnaien dan Kasubdin Prasarana Abdul Muchlis dijebloskan ke LP Teluk Dalam sebagai tahanan titipan Kejaksaan, Rabu (12/3).
Diselnya kedua tersangka penyimpangan aliran Dana Alokasi Khusus (DAK) non Reboisasi (DR) bidang pendidikan ini sangat diluar dugaan. Setelah menjalani pemeriksaan terpisah selama tujuh jam, keduanya langsung digiring ke mobil tahanan Kejaksaan bernopol DA 350 AD untuk dibawa ke LP Teluk Dalam.
Pantauan Metro Banjar, Iskandar dan Muchlis diperiksa pada pukul 09.00 Wita, Iskandar di ruang Kasi Ekonomi dan Moneter sedangkan Muchlis di ruang Kasi Sospol. Pada pemeriksaan itu, keduanya didampingi pengacara antara lain Riduansyah SH dan Masjuhaida SH.
Pemeriksaan ketiga ini sempat terhenti untuk salat dan makan siang. Sekitar pukul 15.30 Wita, keduanya kembali diperiksa intensif.
Info diperoleh, pada pemeriksaan lanjutan ini Iskandar dan Muchlis sudah resmi ditahan. Tapi karena proses penandatanganan surat penahanan cukup lama, baru sekitar pukul 16.40 Wita, Iskandar dan Muchlis keluar dari ruang penyidikan.
Begitu keluar dari ruang penyidik, wajah Iskandar terlihat tegang. Mukanya memerah dan tampaknya seperti menahan tangis. Muchli juga demikian, tapi wajahnya tidak semerah sang bosnya.
Tanpa diizinkan pulang ke rumah terlebih dulu, Iskandar dan Muchlis yang masih menggunakan seragam Pemda Banjarmasin langsung dilarikan ke LP Teluk Dalam dengan menggunakan mobil Kejaksaan.
Iskandar sendiri agaknya sangat pasrah dengan putusan itu.     “Sabar dan tawakal saja,” ucap Iskandar sebelum masuk mobil tahanan Kejaksaan.
Asisten Pidana Khusus (Adpidsus) Kejati Abdul Muni SH didampingi Kasi Penkum Djohansyah MUchlis SH menjelaskan, setelah melalui pemeriksaan maraton, tim penyidik ditemukan bukti kuat adanya penyimpangan DAK non DR bidang pendidikan. Maka, untuk kepentingan dan kelancaran penyidikan kedau tersangka ditahan dan dititipkan di LP Teluk Dalam.    “Ya untuk sementara 20 hari,” ujar Adpidsus ini.
Apakah ada tersangka lainnya? Abdul Muni mengatakan untuk sementara hanya Iskandar dan Muchlis.
Menurutnya, sampai saat ini selain pemeriksaan Iskandar dan Muchlis pihaknya juga pemeriksaan 30 Kepsek, 30 bendaharawan serta enam koordinator.
Terlalu Berani     Terpisah, Masdari Tasmin SH MH, ketua tim penasihat hukum Iskandar dan Muchlis, mengatakan telah mendengar penahanan dua kliennya itu.
Menurutnya, jaksa terlalu berani berspekulasi. Pasalnya dari Berita Acara Pemeriksaan (BAP) baik Iskandar maupun Kepala Sekolah (Kepsek) tidak ada bukti keterlibatan Iskandar dalam pengumpulan dana. Begitu pula dengan Muchlis tak ada.
“Untuk Muchlis beliau hanya menerima saja. Sudah berupaya mengembalikan namun tak mau,” ungkap Masdari yang mengaku masih berada di Jakarta.
Pihaknya, kata Masdari, akan mempelajari soal surat penahanan itu. “Jika tak seusai prosedur, maka kita akan mempraperadilankan. Namun jika sesuai, maka kita tunggu di PN,” ujarnya.
Sementara itu, Walikota Banjarmasin, HA Yudhi Wahyuni Usman, menyesalkan kebijakan Kejaksaan melakukan penahanan terhadap Iskandar dan Muchlis tersebut.
“Kenapa harus ditahan. Sebenarnya Iskandar dan Muchlis sudah akomudatif dan responsif terhadap pemanggilan Kejaksaan Tinggi Kalsel. Namun, tetap saja dilakukan penahanan,” ujar Yudhi, ketika dihubungi, Rabu (12/3) malam.
Menurutnya, sebenarnya penahanan Iskandar dan Muchlis itu bisa saja dialihkan ke tahanan kota.
“Saya selalu walikota siap menjamin. Sebab sebagai PNS dan sebagai pejabat tidak mungkin melarikan diri,” tandasnya.

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s