Bank Mandiri Dirampok

  •  Satpam dan Nasabah Dipukul Pakai Pistol
  •  Rp 1,063 M Dibawa Kabur

Dilaporkan: Eko Sutriyanto/Budi Arif RH

Sabtu, 15 Maret 2008

BANJARMASIN – Kawanan bandit berpistol merampok Kantor Cabang Bank Mandiri Kas Pembantu, yang berada di lingkungan PT Pelindo III, Jl Barito Ilir, Pelabuhan Trisakti Banjar Barat, Jumat (14/3) sekitar pukul 11.20 Wita.
Dalam aksinya, perampok yang berjumlah empat orang itu berlaku sangat kejam. Seorang satpam dan tiga orang nasabah bank dipukul pakai pistol dibagian kepalanya. Setelah tidak berdaya, tangan keempat orang tersebut diikat. Mulut dan mata mereka juga ditutup pakai lakban.
Nasib yang sama juga dialami sembilan orang lainnya. Tapi untungnya, mereka tidak dianiaya dengan pistol. Seorang pimpinan unit bank, seorang customer service, dua orang teller, seorang office boy dan 5 orang nasabah hanya diikat. Mulut dan mata mereka juga dilakban.
Setelah semua orang yang ada di bank tersebut dilumpuhkan, para perampok kemudian mengambil seluruh handphone milik korban. Hp tersebut sebagai dihancur dan sebagian lagi disimpan para perampok.
Merasa aman, para perampok mengumpulkan uang yang berada di meja teller yang jumlah mencapai Rp 1,063 miliar. Setelah mendapat apa yang mereka cari, para perampok kemudian kabur dengan mobil yang diduga jenis Isuzu Panther atau Toyota Kijang GLX.
Mau Istirahat                 Aksi perampokan itu berlangsung sangat cepat, sekitar 25 menit. Awalnya, saat pegawai bank mau istirahat, secara tiba-tiba tiga orang laki-laki tak dikenal masuk dan langsung menodongkan pistol berjenis FN. Tanpa banyak cakap, mereka memerintahkan semua orang di bank untuk tiarap.
Kemudian salah seorang perampok mendekati satpam bank, Ikwannussafa alias Iwan. Si perampok langsung memukulkan ganggang pistolnya ke kepala satpam tersebut.
Tidak itu saja, si perampok itu kemudian mendorong tubun Iwan ke lantai dan meminta satpam itu merayap menuju belakang staf. Di tempat itu, tangan kiri Iwan diborgol jadi satu brankas.
Saat bersamaan, pelaku lainnya juga meminta orang yang berada di dalam bank itu berkumpul. Lantas semua tangan mereka diikat dengan rapia. Kemudian, mulut dan mata mereka dilakban. Setelah itu semuanya diperintah untuk tiarap.
Naasnya, saat perampok beraksi seorang nasabah perempuan, Ny Sairoh, masuk. Dalam hitungan detik wanita itu langsung disergap dan kemudian tangan diikat. Setelah itu, dia dikumpulkan dengan sandera terdahulu.
Tidak lama kemudian, datang lagi dua nasabah, yakni Ridho Fahluvi dan Aditya. Kedua orang yang hendak memblokir ATM ini langsung dilumpuhkan para perampok. Namun sebelum dilumpuhkan keduanya sempat dipukuli dengan senjata api. Handphone mereka juga dirampas dan dihancurkan.
Lepaskan Tali
Aksi perampok ini diketahui pihak kepolisian setelah salah seorang nasabah, Ny Sairoh, berhasil melepaskan tali yang mengikat tangannya dan lalu dia melepaskan tali yang mengikat belasan orang lainnya.
Setelah itu Ny Sairoh berteriak rampok dan ini mengejutkan warga sekitar. Tidak lama kemudian, Ny Sairoh didampingi sejumlah warga mendatangi kantor Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan (KP3) yang jaraknya hanya sekitar 100 meter dari tempat perampokan.
Mendengar adanya rampok, petugas piket langsung berdatangan ke tempat kejadian. Hanya dalam waktu singkat, aparat dari Polsek Banjar Barat, Poltabes Banjarmasin dan Polda berdatangan. Mereka segera memasang police line di bank itu. Sekitar dua jam kemudian, tim indentifikasi melakukan cek sidik jari di bank itu untuk memastikannya pelakunya.
Kapoltabes Banjarmasin Kombes Warsito Hadi menyatakan, dia memerintahkan anggotanya memblok di daearah-daerah perbatasan di kawasan yang mengarah keluar kota.
“Usaha yang kita lakukan adalah melakukan pemeriksaan mobil- mobil yang jenisnya serupa yang mengarah ke jalur luar kota,” ungkapnya.
Terpisah Kepala KP3, AKP Tetra menyatakan, saat kejadian, sejumlah anggotanya tengah berkonsentrasi menjaga keamanan di kawasan pelabuhan Trisakti karena ada kapal yang baru datang.
“Biasanya saat seperti itu, banyak anggota yang berada di sekitar bank, tapi tadi memang anggota ada yang giat di pelabuhan karena ada kapal datang, sebagian ke Poltabes dan hanya beberapa petugas piket yang berjaga,” ungkapnya.
Diakuinya, hasil lacakan Indosat, sinyal dari salah satu Hp nasabah yang dibawa perampok sempat terlancak di sekitar LP Teluk Dalam. “Cuma sebentar, setelah tu Hp tidak diaktifkan dan sinyalnya hilang,” ujar Tetra.

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s