Rem Sayap Macet, Batavia Mendarat Darurat

  • Berputar 1 Jam Habiskan Avtur
  • 150 Penumpang Berlarian

Rabu, 19 Maret 2008

Dilaporkan: Saiful Akhyar

BANJARBARU- Setelah berputar-putar selama satu jam untuk menghabiskan bahan bakar (avtur) akibat rem sayap tak berfungsi, Pesawat Batavia Air Boing 737-300 dari Balikpapan, mendarat darurat di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Selasa (18/3) pukul 15.50 Wita.

Begitu pesawat dengan nomor penerbangan BTV-262 merapat di apron dan pintu terbuka, begitu pintu terbuka, 150 penumpang yang sempat dicekam ketakutan ketika diberitahu pesawat akan mendarat secara darurat akibat flaps (alat berupa rem di kedua sayap) tak berfungsi, semain panik dan langsung berhamburan lari menuju ke terminal kedatangan, ketika melihat percikan api dan kepulan asap di bagian belakang pesawat.
Petugas PT AP I Bandara, termasuk General Managernya Rahmad Hadiono langsung menenangkan penumpang dan meyakinkan kondisi sudah aman terkendali.
“Tenang-tenang ibu, bapak-bapak jangan panik, tidak usa lari, semua sudah aman,” teriak GM kepada penumpang Batavia Air.
Penumpang terlihat sangat panik. Sesekali terdengar tangisan histeris penumpang anak kecil dan wanita ketika menyadari akhirnya mereka telah selamat dari maut yang hampir saja terjadi setelah selama lebih dari satu jam pesawat yang membawa mereka dari Bandara Sepinggan Balikpapan berputar satu jam lamanya di atas udara Kalsel sebelum akhirnya dengan selamat mendarat meski dengan darurat
“Rasanya seperti tidak menginjak bumi lagi tadi. Alhamdulillah ya Allah kami masih selamat,” ucap Raudah (70) tak henti-henti mengucap syukur. Wanita ini digandeng anak dan cucunya ke terminal keberangkatan.
Pesawat yang take off dari bandara Sepinggan Balikpapan ini seharusnya dijadwalkan tiba di bandara Syamsudin Noor pukul 14.50 Wita untuk melanjutkan penerbangan lagi ke bandara Juanda Surabaya.
Namun, karena ada kerusakan flaps pesawat terpaksa melakukan pendaratan darurat dan harus mengurangi bahan bakar untuk menghindari kebakaran saat pesawat mendarat.
Kerusakan flaps ini baru diketahui saat pesawat di pertengahan perjalanan menuju bandara Syamsudin Noor. Begitu diketahui ada kerusakan flaps, pihak kru terpaksa mengambil tindakan menahan informasi gangguan kepada penumpangnya untuk menghindari kepanikan.
Kapten pilot Yulius Bahrin bersama copilot Irvan pun mengambil langkah darurat. Saat pesawat tiba di sekitar bandara, posisi jarum speed pada angka kecepatan tinggi sehingga kapten pilot memutuskan untuk menghabiskan sebagian bahan bakar (lossing fueler) pesawat dengan mengambil strategi memutar pesawat.
“Waktu tiba saat pendaratan, posisi angka pada 40 dan harus turun pada angka 10 supaya bisa mendarat. Kita terpaksa naik lagi dan memutar untuk mengurangi bahan bakar sampai pada posisi angka 10. Pendaratan akhirnya mulus,”ucap Kapten pilot Yulius Bahrin.
Akibat posisi pesawat yang seharusnya mendarat namun berubah kendali naik memutar. Ini menyebabkan hentakan dalam pesawat. Ratusan penumpang pun terkejut. Awalnya penumpang belum mengetahui gangguan mesin, namun kemudian mendapat pemberitahuan sekitar setengah jam sebelum pendaratan darurat. Situasi penumpang langsung tegang dan mencekam.
Pukul 15.50 Wita, merupakan detik menegangkan. Pesawat mendarat darurat total hanya dengan menggunakan rem kaki (foot brake).
General Manager PT AP I Rahmad Hadiono didampingi Administrasi Duty manager (ADM) Akhmad Fajeri mengatakan peristiwa ini diakibatkan tak berfungsinya flaps (alat semacam rem) di kedua sayap pesawat. Seharusnya, jika normal alat ini bisa menekan laju kecepatan pesawat saat landing/mendarat, namun kemarin pesawat terbang hanya mempergunakan rem saat di daratan.
Pilot akhirnya mengambil langkah untuk memperkecil risiko kecelakaan dengan berputar-putar terlebih dahulu. Ini dilakukan agar bahan bakar avtur pesawat habis sehingga kemungkinan meledak karena mesin panas pun terhindarkan.
“Flapsnya tidak berfungsi sehingga pilot tadi berputar-putar dulu selama satu jam lamanya. Karena kalau tidak dihabiskan bahan bakarnya, bisa panas dan tadi sempat terbukti kan ada asap di roda bagian belakang pesawat?” tegas Rahmad.
Ia juga memastikan, peristiwa ini tak menyebabkan pelayanan penumpang Bandara lainnya terganggu. Seluruh operasional penerbangan di Bandara aman terkendali. Pesawat lain terbang sesuai dengan jadwal. Menara Air Trafic Control (ACT) Bandara masih mengizinkan pesawat sebelum dan sesudah Batavia terbang dan mendarat. Pesawat Riau Air, Mandala Air, dan Lion serta Garuda semua terbang dan mendarat dengan mulus tidak banyak dipengaruhi peristiwa ini.
Walau demikian, sampai kemarin akibat pendaratan darurat Batavia air ini Bandara sempat dinyatakan berstatus siaga II. Semua tim pengamanan kecelakaan pesawat sesuai dengan standar prosedur telah dipersiapkan. Empat mobil pemadam kebakaran Bandara, satu mobil rescue lengkap dengan 20 orang personilnya telah berjaga-jaga di areal bandara. Termasuk pusat pelayanan kesehatan karantina pelabuhan di terminal kedatangan penumpang.
Pantauan Metro, sampai kemarin malam, pesawat masih diperbaiki dan parkir di apron lama. Dody Setiawan Manager Batavia Air Banjarmasin menjelaskan, untuk sementara waktu pesawat yang mendarat darurat ini digroundkan.
Penumpang pesawat yang seharusnya melanjutkan penerbangannya ke Bandara Juanda Surabaya diberikan tiga penawaran, bisa menguangkan tiketnya (refund), naik pesawat lain atau menunggu pesawat pengganti dari bandara lain.

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s