111 Warga Tanah Abang Mengungsi

  • Desa Munggu Raya Terisolir

Dilaporkan: Sofyar Redhani/Saiful Akhyar/Eko Sutriyanto

Selasa, 25 Maret 2008

MARTAPURA- Hujan lebat selama beberapa jam disertai angin kencang Minggu (23/3) malam hingga Senin (24/3) dinihari, mengakibatkan beberapa kawasan di Kabupaten Banjar, Banjarbaru, Tapin, HSS dan Tanah Luat, kembali terendam.

Di Kabupaten Banjar, sebanyak 23 rumah di RT4 Desa Tanah Abang, Kecamatan Mataraman, terendam hingga mencapi 1 meter akibat meluapnya Sungai Takuti. Air yang naik sejak Senin (24/3) pukul 09.00 Wita, secara perlahan dan memuncak sekitar pukul 15.00 Wita. Warga tidak bisa lagi menempati rumah mereka dan memutuskan mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.
Hingga sore itu hampir seratus warga yang terdiri dari 111 jiwa dari 33 KK di RT4 tersebut sudah berada di Gunung Sari dengan mendirikan tenda-tenda. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kalau-kalau warga tidak bisa tidur di rumahnya lagi.
“Sebagian sudah ada yang mendirikan tenda kalau-kalau tidak bisa tidur di rumah, karena ada rumah yang terendam hingga semeter di dalam rumah. Saat ini (sore Senin, Red) air sudah tidak naik lagi dan perlahan turun. Itu dilihat dari tongkat yang kami tancapkan sejak siang tadi,” ujar Pambakal Tanah Abang, Abdurrahman, Senin (24/3) sore.
Kadinkesos Banjar Drs HM Ramlan yang dihubungi terpisah mengaku sudah mendapat laporan akan apa yang diperlukan warga di Desa Tanah Abang itu dan akan segera mengirimkan apa yang diperlukan hari itu juga.
“Kalau beras sudah ada disiapkan di kecamatan, kita akan mengirimkan mie instan dan sembako. Untuk tenda kita masih mendata berapa tenda yang ada, tapi yang jelas akan kita kirim tenda untuk dapur umum,” paparnya.
Hujan kemarin malam juga mengakibatkan penderitaan ratusan warga Desa Munggu Raya, Astambul yang telah dilanda banjir sejak awal Maret, semakin bertambah.
Kalau Sabtu (22/3) lalu, genangan air di badan jalan desa setempat hanya sekitar 30 cm, Senin (24/3) siang ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa atau sekitar 75 cm di beberapa titik. Jalan tergenang air mencapai empat kilometer lebih.
Desa yang bersebelahan dengan Desa Kelampayan Ilir itu pun semakin terisolir karena sepeda motor tidak bisa lagi melewati jalan desa. Untuk bepergian ke luar desa guna membeli barang keperluan atau menjual hasil bumi, warga setempat terpaksa menggunakan jukung.
Puluhan warga yang bersekolah di tingkat sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP) meliburkan diri. Pasalnya tidak ada SLTP di desa setempat, dan hanya ada di Kecamatan Astambul.
Di Tanah Laut, ratusan rumah warga yang tersebar di beberapa tempat kembali terendam banjir. Bahkan aktivitas belajar mengajar pun terhenti karenanya.
Fakta negatif itu melanda SDN Benua Raya Desa Benua Raya Kecamatan Bati-Bati. Langgar setempat, Darul Aman, juga turut terendam setinggi 30an centimeter.
“Hari ini (kemarin, red) kegiatan belajar di SDN Benua Raya terpaksa diliburkan, karena ruangan kelas kebanjiran setinggi 10 centimeter,” ucap Camat Bati-Bati Syaifullah.
Mulai Cemas
Sementara itu, sejumlah warga di sepanjang Sungai Amandit, Kandangan, HSS, juga mulai dihinggapi kecemasan, menyusul mulai meluapnya sungai yang membelah kota dodol itu akibat hujan sepanjang malam.
Untuk mengantisipasi terjadinya banjir, tutur Sopian, sebagai warga telah membangun panggungan untuk menyimpan dan meletakkan perabot rumah tangga di rumahnya masing-masing. Walaupun demikian warga tetap khawatir,
“Kami sekeluarga tadi malam tidak bisa tidur. Sebab kami khawatir kalau sampai terjadi banjir lagi seperti beberapa hari kemarin,” ujar Sopian, warga Jalan Singakarsa Kecamatan Kandangan HSS, Senin (24/3).
Kekhawatiran juga dialami warga yang tinggal di bantaran Sungai Tapin, yang membelah Kota Rantau, menyusul mulai naiknya permukaan sungai Tapin.
“Kita berharap saja mudah-mudahan tidak terjadi hujan lagi. Sebab jika sampai terjadi hujan lebat lagi, maka wilayah kami akan terendam banjir lagi, sebab sekarang Sungai Tapin sudah mulai meluap,” ujar Ajidin, warga Jalan Perintis Rantau.
Jalur Cempaka Putus
Sementara itu, Sungai Basung di Kecamatan Cempaka, Landasan Ulin Timur meluap. Ratusan rumah di bantaran Sungai Basung, terendam. Jalur Cempaka Tanah Laut (Tala) di Jalan Mistar Cokrokusumo Banjarbaru terputus.
Akses jalan alternatif melalui bagian jembatan Basung Dalam
juga tidak luput dari banjir. Jembatan yang biasa menjadi jalur alternatif arus lalu lintas saat air merendam jalan Basung pun nyaris runtuh.
Sebuah pohon tua dan besar yang berada di Jl A Yani Km 25 atau 100 meter dari Pasar Kamaratih, sebelah kiri jalan menuju arah Banjarmasin, Minggu (23/3) sekitar pukul 23.00 Wita, tumbang menimpa dua kios alat bengkel dan alat pertanian.
Kadis Kimpraswil Ir Jaya Kresna menyatakan selama ada aktivitas pendulangan bermesin maka pihaknya kesulitan menghilangkan banjir di Cempaka. Upaya yang dilakukannya adalah melebarkan dan mendalami sungai Basung mulai Ujung Murung sampai Parit Besar senilai Rp400 juta.
Menurut dia, apa yang telah dilakukan sudah maksimal. Debit air sungai Basung kemarin mencapai 10 meter kubik/detik.

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s