Dada Tukang Kayu Gosong

  • Tersengat Bor Listrik

Dilaporkan: Jumadi

Kamis, 27 Maret 2008

BANJARMASIN- Tersentuh bagian bor listrik yang terbuka, Hipni (30)
yang berdiri di atas air rawa tersentak ke belakang dan kemudian tersandar di tongkat ulin untuk pondasi, Rabu (26/3) sekitar pukul 10.00 Wita.

Rekannya, H Muhtar (50), kaget bukang kepalang. Ia berlari kencang dan cepat mencabut ujung kabel yang ada di rumah Hj Rodiah (50), Kompleks Perumahan Tata Banua, Jl AMD Gerilya, Banjarmasin Selatan.
Begitu kembali dan memeriksa, warga Jl Setia RT9, Pemurus Dalam, Banjarmasin Selatan, itu seperti dalam keadaan tak bergerak lagi. Terdapat gosong di dadanya.
Segera H Muhtar yang dibantu 2 warga mengangkat tubuh korban ke rumah. Namun tak lama kemudian, korban menghembuskan nafasnya yang terakhir.
Sebelum tragedi terjadi, almarhum yang belum dikaruniai anak ini sudah seminggu mengerjakan pelebaran rumah Hj Rodiah tersebut. Dirinya bekerja bersama rekannya, H Muhtar. Bagian yang dibangun adalah belakang rumah yang nantinya untuk dapur, kamar mandi dan tempat jemuran.
Rabu pagi itu, pada saat membuat gelagar dan mendirikan tongkat ulin, posisi korban berada di dalam air rawa. Pria yang juga anggota BPK Berjaya 20 ini tengah melakukan pemboran tongkat dan gelagar ulin. Sedangkan posisi H Muhtar berada di atasnya sambil memegangi gelagar yang sedang dibor.
Tatkala korban membor, entah mengapa, tiba-tiba tubuhnya mengejang. Melihat kejadian itu H Muhtar cepat bertindak. Ia berlari kencang dan mencabut aliran listrik.
Berikutnya H Muhtar minta bantuan kepada Fauzi, warga Jl Pulau laut, Banjarmasin Tengah, untuk mengangkat korban. Korban kemudian dibaringkan di lantai kamar tamu. Setelah itu dua penolongnya bergegas meminta bantuan ke puskesmas.
Sekitar 10 menit berjalan, ternyata nyawa korban tak tertolong lagi. Petugas Polsekta Banjar Selatan yang mendapat laporan, juga berdatangan ke lokasi kejadian. Setelah itu barulah korban dibawa ke RSUD Ulin.
Menurut seorang petugas yang ditemui di lokasi, berdasarkan hasil pemeriksaan dari bor listrik yang diamankan, ternyata salah satu karet pelindung bor terbuka. Ditambah lagi, posisi kedua kaki korban yang terendam dalam air rawa. Kondisi korban, sekitar dadanya gosong karena bor sempat menempel di bagian tubuh ini.
Gembira
Tak lepas bayangan Syarbani (50) akan raut gembira korban pada Selasa (25/3) malam. Kala itu dirinya mengundang almarhum untuk menghadiri selamatan di rumah. Almarhum terlihat ceria, selalu tertawa.
“Seakan, tidak seperti biasanya,” kenang sang paman.
Mungkin, selanya, itu merupakan suatu tanda atau firasat. “Selama hidupnya, almarhum sering menolong apabila ada kegiatan perkawinan tetangganya atau selamatan,” imbuh Syarbani.
Sejak masih berusia remaja, almarhum sudah menukang. Tak heran bila cukup dikenal hingga kerap dimintai bantuan untuk membangun rumah.

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s