Oknum Polisi Tembak Dahi Istri

  •  Revolver Dibuat Mainan
  •  Tinggalkan Bayi 1,3 Tahun

Dilaporkan: M Khaitami

Selasa, 1 April 2008

PULANG PISAU- Briptu Henich DJ Gulo (25) membuat kesalahan yang sangat vatal. Istrinya sendiri ditembak di dahi dalam jarak satu meter. Sang istri, Sutri (23), tewas dalam kondisi terduduk.

Dor. Bunyi tembakan itu kontan menimbulkan kepanikan warga RT 8 Jln Marsumi Layar Pulang Pisau, Senin (31/3) sekitar pukul 11.45 WIB. Tanpa dikomando warga mencari dari mana sumber suara tembakan itu.
Kepanikan itu berubah menjadi kengerian ketika warga melihat Henich, yang dikenali anggota Polsek Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau, keluar dari rumah dengan tangan dan muka penuh darah segar.
Warga langsung mendekati Henok –begitu Henich biasa disapa–. Belum sempat warga bertanya apa yang terjadi, Henok langsung meminta warga agar menolong istri yang ada di rumah.
“Tolong istri saya,” pinta Henok, yang dituturkan Surip Sunarto, warga setempat.
Surip bersama warga lainnya cepat-cepat masuk ke rumah Henok, yang berada di pertigaan Jalan Marsumi Layar-H Sanusi.    Mata warga terbelalak. Di ruang keluarga, mereka melihat Sutri, istri Henok, terkapar bersimbah darah. Tidak jauh dari Sutri, seorang bocah laki-laki berusia 1,3 tahun masih tertidur pulas di ayunan. Dia adalah Alex Kristian, putra Henok dan Sutri.
“Ampun. Saya tidak sengaja,” ucap Henok lagi seperti ditirukan Bambang Mantikei, warga lain yang turut masuk ke dalam rumah korban.
Tanpa banyak bertanya, warga bergegas mengangkat dan membawa tubuh Sutri ke mobil milik Satpol Pamong Praja. Dengan mobil itu Sutri dilarikan ke RSUD Pulangpisau. Beberapa saat kemudian, anggota polres berdatangan ke lokasi kejadian dan mengamankan Henok bersama senjata apinya.
Kapolres persiapan Pulang Pisau AKBP Abdul Hasyim, menyebut peristiwa penembakan terhadap Sutri yang dilakukan oknum anak buahnya itu terjadi bukan karena kesengajaan.
“Belum ada indikasi unsur kesengajaan atau motif lainnya. Kejadian ini diduga akibat kelalaian memainkan senjata api lalu meletus,” jelas Kapolres.
Main Senjata
Berdasarkan keterangan Henok saat diinterogasi, kata Hasyim, kejadian itu bermula ketika Henok dan istrinya mendiskusikan penggunaan uang hasil penjualan sebidang tanah sebesar Rp6,5 juta di ruang tengah rumah.
Kepada istrinya, Henok menyatakan keinginan agar uang itu ditabung. Namun Sutri bermaksud menggunakan uang itu untuk beli mesin jahit. Alasan untuk menambah penghasilan keluarga.
Mendengar keinginan Sutri itu, Henok yang ketika itu tengah berbaring di depan televisi, bangkit. Sambil memainkan senjata api jenis revolver dia mendatangi istrinya tengah duduk. Setengah bercanda, Henok kemudian mengarahkannya kepada Sutri.
“Tiba-tiba senjata itu meletus dalam jarak sekitar satu meter dari korban,” kata Hasyim.
Tembakan jarak dekat itu telak mengenai dahi Sutri. Akibatnya, sarjana biologi berstatus honorer pada SMAN 1 Pulang Pisau itu tewas sebelum sempat mendapatkan pertolongan medis.
Hingga tadi malam, Henok masih dalam pemeriksaan intensif anggota Provost Polda Kalteng di Mapolres Persiapan Pulang Pisau. Sedangkan korban Sutri disemayamkan di rumah salah seorang keluarganya, karena rumah tempat kejadian yang selama ini mereka tinggali masih dipasangi garis polisi oleh penyidik.

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s