Siswa SMA Temukan Mayat Bujang Peramuan

  • Tubuh Korban Menghitam

Dilaporkan: Saiful Akhyar

Rabu, 2 April 2008

BANJARBARU- Nyonya Ramsidah berteriak histeris, Selasa (1/4), di rumahnya, A Yani Km24, Peramuan RT12 RW5, Landasan Ulin Timur, Banjarbaru.

Adiknya sigap memapah sang kakak menuju sopal, sebuah kawasan yang terdiri dari lubang-lubang bekas galian dan berisi air saat penghujan, arah selatan dari Taman Makam Pahlawan Landasan Ulin.
Tiba di tepian salah satu lubang, suasana kontan dipecahkan tangis histeris wanita itu. Kesedihan yang menyayat hati, tak pelak mengundang derai air mata kerabatnya dan banyak orang.
Di kawasan sopal itulah, di salah satu lubang yang berair, putera tercintanya ditemukan telah jadi mayat, sekitar pukul 07.45 Wita.
Kondisi jenazah menghitam. Membusuk akibat tenggelam beberapa hari, yang kemudian mengapung di tengah sebuah lubang yang berair. Setelah diidentifikasi, benarlah kalau mayat yang hanya mengenakan celana dalam tersebut adalah puteranya, Hanafi alias Nafi (23).
Ironisnya, mayat bungsu dari tiga bersaudara itu ditemukan tak jauh dari rumahnya. Hanya dipisahkan Jalan Trikora yang jaraknya sekitar 100 meter.
Meski dekat dari rumah, namun korban justru sempat berhari- hari tenggelam dan tak seorang warga pun yang mengetahui. Korban dinyatakan hilang oleh keluarganya sejak Jumat (28/4).
Kepiluan Ny Ramsidah seolah mengungkit kembali kedukaannya sekitar setahun lalu. Untuk kali kedua dirinya harus kehilangan orang tercinta.
Suaminya, Marsani, tewas kecelakaan di A Yani Km17, Gambut, Banjar. Sandaran hidupnya yang bekerja sebagai sopir angkutan Kota Benjarmasin itu mengalami kecelakaan tunggal.
Tak disangka sekitar setahun berikut, menyusul bungsunya, Hanafi alias Nafi, meninggal akibat tenggelam justru di dekat rumahnya.
“Jumat (28/4), Nafi ada mengatakan mau mandi di sopal. Setelah itu tak ada datang lagi. Saya kira dia menginap di pabrik plastik Pembatuan. Ternyata kejadiannya seperti ini,” tuturnya sedih kepada polisi.
Orang yang menemukan korban tenggelam tersebut adalah Fadli (17), siswa kelas I SMA PGRI 2 Banjarbaru yang tinggal di Kompleks Berlina, Asabri III RT14, Landasan Ulin Timur, tak jauh dari lokasi temuan.
Pagi itu pelajar ini bermaksud pergi ke sekolahnya dengan menyisir Jalan Trikora menuju tepi A Yani Km 24 untuk naik angkutan umum.
Di tengah perjalanan, Fadli berhenti di tepian sopal karena hendak buang air kecil. Ketika itulah ia melihat sepeda pancal, selembar baju kaos, celana jeans pendek, serta bungkus rokok, di atas tanah. Sementara, tak terlihat seorang orang di seputarannya. Setelah buang air kecil, dirinya terkejut bukam kepalan demi melihat mayat mengapung dengan posisi terlentang di tengah sopal yang luasannya sekitar 1 hektare itu. Kondisinya sudah membusuk. Seluruh tubuh bengkak menghitam.
Bersamaan waktu ada tiga pelajar yang juga melintas dan melihat pemandangan serupa. Fadli semula sempat panik, meski akhirnya minta bantuan seorang pemulung, Amat, yang kebetulan juga melintas.
Amat yang dengan keberanian tinggi langsung terjun ke lubang yang berair tersebut, kemudian menarik mayat sampai ke tepian. Sementara, kabar penemuan mayat sampai ke Ketua RT setempat yang kemudian melaporkannya ke Polsekta Banjarbaru Barat, Landasan Ulin.
Kapolsekta Iptu Paryoto SSos bersama anggotanya dan tim identifikasi Polresta Banjarbaru berdatangan. Mereka langsung membentangkan police line, disusul visum di tempat yang dibantu petugas medis RSUD Banjarbaru.
“Melihat keterangan pihak keluarga korban dan juga kondisi mayat, tidak ada indikasi yang menunjukkan tindak kekerasan. Hasil visum yang dilakukan di tempat, tak menemukan bekas-bekas kekerasan yang mencurigakan. Jadi, korban murni tewas tenggelam,”jelas Paryoto.
Diketahui, korban terakhir kali dilihat keluarganya pada saat Jumat (28/4). Ketika itu anak bungsu dari tiga bersaudara pasangan Masrani (almarhum)-Ny Ramsidah tersebut pamit hendak mandi di sopal. Sejak itulah korban tak pulang-pulang. Ibunda korban tak curiga karena anaknya sering menginap di tempat kerja.
Diperkirakan, saat mandi pada Jumat itu korban sempat menyisir ke bagian tengah telaga yang lebih dalam. Entah kenapa kemudian tenggelam.

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s