Intan ‘Galuh Kembar’ Perlu Dibuktikan

Dilaporkan; Anita Kusuma W

Rabu, 2 April 2008

BANJARBARU- Kabar penemuan intan galuh kembar seberat lebih dari 300 karat oleh penambang di Kecamatan Cempaka, Banjarbaru, perlu dibuktikan secara ilmiah dan lebih mendetil, walau secara kasat mata kilau perhiasan ini bisa dikatakan tergolong batu mulia.

Seperti dilansir harian ini, hanya berselang tiga bulan setelah penemuan intan Putri Malu, seorang pendulang menemukan sepasang batu kembar yang diduga intan. Batu kembar itu kemudian dinamakan Intan ‘Galuh Kembar’ ditemukan dua hari berturut-turut tepatnya Kamis (27/3) dan Jumat (28/3), di kawasan bekas lobang pendulangan di Cempaka. Menurut pemiliknya, intan yang kadarnya lebih 300 karat itu bahkan sudah ada yang menaksir harga perbutirnya Rp10 miliar.

Namun, hingga saat ini “Galuh Kembar’ itu belum diketahui keasliannya. Pemiliknya Utuh (37), ketika ditemui di Polda Kalsel, sangat tertutup dengan alasan keamanan.
Nah, bagaimanakah intan tersebut dipandang dari sektor tambang? Kuncoro Hadi, ahli teknik geologis dari PT Galuh Cempaka (GC) di Banjarbaru menerangkan intan sebenarnya memiliki unsur kimia yang sama dengan hasil tambang lainnya.
Batu mulia bernama intan yang berkilau tersebut memiliki unsur carbon (C). Unsur yang sama terkandung dalam batu bara juga batuan grafit lainnya.
Intan ini terbentuk secara organik magma atau asli dari dalam bumi. Sebenarnya kalau dari sisi keilmuan, intan bisa diperoleh dari sumbernya (source rock) batuan kimberlite. Namun, sayangnya ini belum ditemukan sumbernya di Kalsel.
Sementara intan-intan yang ditemukan saat ini hanyalah berada di daerah sekunder saja. Istilah ilmiahnya alluvial atau terbentuk akibat pengendapan. Karena itu pula, sampai saat ini cadangan intan tidak bisa dihitung secara rinci. Kalau pun ada, yang diuji adalah sampling atau random saja. Kondisi ini telah terjadi sejak zaman Belanda.
Namun sampai saat ini semuanya masih menjadi perdebatan. Apalagi, banyak pihak yang masih suka dengan bentuk fisik intan. Kilaunya terkadang bisa mengalahkan kajian ilmiah tersebut, sehingga orang mengatakan jika kilau intan lebih mengkilat dikatakan asli.
“Karena itu perlu pengujian lebih mendalam. Ada alat penguji (tester) nya,” tandas Kuncoro.
Alat ini menguji kekerasan intan. Caranya dengan menggoreskan intan ke alat tersebut. Jika sudah digoreskan, terlihat bentuk fisiknya.
Kekuatan Batu mulia selain intan hanya memiliki kekerasan maksimal 9 skala moshe. Sementara intan dikatakan asli jika memiliki kekerasan 10 skala moshe. Intan asli bisa memotong batuan dengan skala kekerasan di bawahnya. Barang yang tidak asli, akan mudah tergores dan patah.

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s