Pasca Penemuan ‘Galuh Kembar’

  • Merasa Intan, Periksakan ‘Galuh Puteri’

Dilaporkan: Elpianur Ahmad/Irfani Rahman

Kamis, 3 April 2008

PASCA pemunculan intan Puteri Malu di Pengaron, warga kembali menemukan ‘Galuh Kembar’ di Cempaka, Banjarbaru. Belum lagi ‘intan kembar’ itu diuji keasliannya, muncul lagi batu yang mirip ‘galuh kembar’.

Batu mulia sebesar telur ayam kampung yang penampilannya mirip dengan galuh kembar itu pun oleh pemiliknya, diberi nama ‘Galuh Puteri’.

Dewi, warga Batulicin, sang pemilik batu yang warna dan bentuknya sangat mirip foto ‘Galuh Kembar’ kepada Metro, Rabu (2/4) sore, mengatakan dirinya sudah berada di Banjarmasin untuk mengecek sekaligus menguji keaslian batu miliknya.
“Saya sudah di Banjarmasin. Maaf mas, saya belumbisa menyebutkan lokasi saya. Tapi saya akan mengeteskan batu saja ini apakah intan atau tidak. Nanti saya kabari,” beber Dewi.
Menurut wanita itu, memang ada sebagian orang yang mengatakan batu miliknya itu intan. Namun dirinya menyatakan untuk kepastiannya dia akan memeriksakannya kepada para ahli perintanan di Martapura. “Saya akan jual bila ada yang mau membelinya,” katanya
Dewi menuturkan, batu yang ditemukannya sekitar setahun lalu itu dia beri nama Galuh Puteri karena sebelum batu itu ditemukan, anaknya bermimpi bertemu dengan seorang puteri.
Bahkan, dirinya juga pernah melihat pemunculan seorang puteri di kamarnya. Waktu itu, lanjut Dewi, dia sangat terkejut dan langsung menelepon abahnya (ayah,Red) di Banjarmasin.
“Katanya itu batu yang kamu bawa. Makanya batu itu saya namanya Galuh Puteri,” beber Dewi.
Sementara itu, untuk memastikan keaslian ‘Galuh Kembar’, seorang kerabat pemiliknya mengatakan pihaknya masih melakukan pemeriksaan untuk kepastiannya. “Jika batu kembar itu benar-benar intan, mereka akan langsung menyertifikatinya,” tuturnya.
Bagi kalangan pendulang, intan yang mereka namakan galuh dipercaya mengandung hal gaib. Walaupun telah mendulang puluhan tahun belum tentu bisa menemukannya, kecuali mereka yang berjodoh.
Penemuan juga biasanya diawali dengan hal gaib seperti mimpi atau hal berbau mistis lainnya. Seperti halnya penemuan intan putri malu yang muncul di Desa Antaraku, Pengaron, Kabupaten Banjar, pada 1 Januari 2008 silam. Sebelumnya sang penemu juga bermimpi bertemu seorang puteri, hingga akhirnya intan 200 karat dari Desa Antaraku, yang telah laku seharga Rp3 miliar itu dinamakan Intan Puteri Malu. Seperti juga penemuan intan Putri Malu, pemilik “Galuh Kembar” Utuh, mengaku warga Margasari, yang ditemui di Polda Kalsel, beberapa waktu lalu, mengatakan dirinya juga sempat bermimpi sebelum menemukan dua butir batu berwarna kekuningan itu di kawasan penambangan, Kecamatan Cempaka, Banjarbaru. Bahkan ketika kedua butir intan itu berhasil ditemukannya, selama dua hari berturut- turut yakni Kamis (27/3) dan Jumat (28/4), gigi geraham bagian atas copot dengan sendirinya, tanpa dia ketahui.
Untuk memastikan keaslian batu miliknya, Utuh yang terkesan sangat tertutup dengan alasan keamanan, mengatakan akan mengetes dan menguji keasliannya.

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s