Kelompok Muslim Digulung

  • Terlibat Puluhan Aksi Perampokan
  • Terbesar Pegadaian Rp2,45 M, HM Sampoerna Rp450 Juta
  • Polisi Dihujani Tembakan

Dilaporkan: Anjar Wulandari

Senin, 7 April 2008

TANJUNG- Komplotan perampok paling dicari yang sempat beraksi di Pegadaian Sungai Paring, Jl A Yani Km36, Kabupaten Banjar tahun 2005 dan kantor HM Sampoerna Jl Gubernur Subarjo (Lingkar Selatan), Banjarmasin, tahun 2007 silam, berhasil digulung jajaran Reskrim Polres Tabalong.

Dalam penggerebekan dan pengejaran yang sempat berlangsung selama dua hari sejak Jumat (4/4) itu, petugas berhasil meringkus empat anggota yang merupakan TO (Target Operasi) polisi se Kalsel itu, yakni Muslim alias Toger yang merupakan pemimpinya, Suriadi alias Isur (29), Sabran alias Abram (29) dan Rahmadiansyah alias Madi (30).
Selain keempat kawanan itu, aparat juga masih memburu tiga tersangka anggota kelompok Muslim lainnya, yakni ANG, JN dan AMT yang semuanya tercatat sebagai warga Guntung Payung Banjarbaru.
Penangkapan kawanan rampok yang paling dicari di Kalsel__ selain kelompok Panther Hitam yang beraksi di Bank Mandiri Cabang Pelindo III Trisakti dengan kerugian Rp1,064 miliar, 14 Maret 2008 lalu__, awalnya terjadi secara tak sengaja setelah petugas mendapat laporan adanya aktivitas mencurigakan orang tidak dikenal di sebuah pondok terpencil di Desa Namun Kecamatan Jaro, Tabalong. Petugas langsung bergerak dan berhasil mengamankan seorang pelaku yang tertinggal di dalam pondok. Berdasarkan ‘nyanyian pelaku tersebutlah, petugas akhirnya berhasil memburu dan meringkus tiga anggota kelompok perampok yang tengah diburu tersebut.
Selain aksi perampokan menonjol di PT HM Sampoerna dengan kerugian Rp450 juta dan Pegadaian Rp2,45 M, kelompok ini ternyata merupakan perampok profesional yang sering beraksi di sejumlah kabupaten dan kota di Kalsel. Tercatat sejumlah aksi kejahatan lain yang mereka lakukan seperti curanmor, curas, maupun perampokan. Dedengkotnya, Muslim sendiri sudah pernah tertangkap dan dihadiahi timas panas pada kakinya.
Di Tabalong saja, sudah ada sederet aksi kejahatan yang diakui dilakukan kelompok ini. Di antaranya pencurian rumah warga di Kecamatan Jaro, perampokan pedagang emas Noorbainah yang juga istri anggota Polres Tabalong pada 25 Maret 2008, pencurian di kios ponsel di Wirang, Haruai dan pencurian di rumah mantan pembakal Kasiau, Mujiono.
Dalam aksinya, para pelaku sering menakuti korbannya dengan senjata tajam dan senjata api. Mereka pun tidak segan menyakiti korbannya bila melawan.
Kapolres Tabalong, AKBP Taufik Supriyadi melalui Kasatreskrim AKP Sarjono, Minggu (6/4), mengatakan penangkapan para pelaku berdasarkan informasi warga ke Polsek Jaro tentang adanya aktifitas orang tidak dikenal di sebuah pondok terpencil di Desa Namun Kecamatan Jaro.
Setelah diselidiki, keempat orang yang mencurigakan tadi adalah para penjahat yang selama ini masuk target operasi (TO). Lalu dirancang upaya penangkapan yang langsung dipimpin Sarjono bersama Kaur Bin Ops Polres, Ipda Sigit dan Kanitreskrim, Bripka Arifin MR.
Penggerebekan pertama di pondok dilakukan pukul 15.00 Wita, Jumat (4/4). Tapi saat itu aparat cuma berhasil mengamankan Suriadi yang tidak sempat kabur. Sementara ketiga rekannya yang lain lari masuk ke hutan, setelah salah satunya sempat menembakkan senpi rakitan ke arah petugas. Tim buser reskrim yang mengejar hingga malam hari tidak berhasil menangkap.
Namun, aparat tidak menyerah. Mulai pukul 08.00 Wita, Sabtu (5/4), pengejaran ke hutan di Desa Namun kembali dilakukan dan berhasil menangkap  Muslim dengan Sabran di rumah mertua Suriadi, sekitar 5 kilometer dari pondok yang digerebek. Siangnya, sekitar pukul 12.00 Wita aparat menangkap Madi di rumah ibunya, juga di Desa Namun.
Turut diamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Supra Fit hasil rampasan di Banjarbaru yang dipakai Muslim merampok Noorbainah, pedagang emas di Haruai tempo hari.
“Karena mereka ini pelaku kejahatan lintas daerah, kita juga sudah berkoordinasi dengan Poltabes dan Polres terkait yang ada keterlibatan kelompok ini. Sebab LP (laporan polisi) kelompok ini ada di mana-mana,” kata Sarjono.
Menurut Sarjono, para tersangka terancam Pasal 365 dan 363 KUHP dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. Kini keempat tersangka masih menjalani pemeriksaan petugas reskrim. nda

Sekali Merampok Cuma Dapat Rp600 Ribu
Wajah Suriadi alias Isur (29) terlihat kuyu usai dicokok aparat Polres Tabalong di pondok persembunyiannya di Desa Namun Kecamatan Jaro, Jumat (4/4). Ayah dua anak yang aslinya berdomisili di Desa Guntung Damar, Banjarbaru itu kini mendekam di sel Mapolres Tabalong untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Pria berpostur kecil dan agak gempal itu mengaku terlibat kelompok Muslim secara tidak sengaja. Saat bertemu dengan Muslim, dedengkot pelaku sejumlah aksi kejahatan, Isur masih bekerja sebagai buruh di peternakan ayam di Guntung Damar.
“Dia tinggal tidak jauh dari rumah saya. Yah karena masalah ekonomi, saya akhirnya mau diajak. Mulanya sih kejahatan kecil seperti mencuri ayam dan mencuri di rumah orang, terus diajak merampok,” kata Isur.
Selama dua tahun sejak 2006 ikut berpetualang dengan kelompok Muslim, Isur yang termasuk anak bawang mengaku cukup sering terlibat aksi kejahatan. Dan perampokan PT HM Sampoerna setahun silam merupakan salah satu aksi perampokan perdananya.
Namun dalam aksi perampokan yang berhasil menggasak uang Rp450 juta itu, jatah yang diterima Isur ternyata tidak seberapa. Pria tamatan SD itu mengaku cuma mendapat bagian Rp600 ribu.
Menurut Isur, jatahnya sebagai bagian dari kelompok garong itu memang tidak seberapa. Dalam beberapa kali aksi perampokan dan pencurian, ia rata-rata cuma diberi Rp600 ribu-Rp700 ribu. Jatah terbanyak Rp900 ribu didapatnya saat aksi pencurian di rumah mantan pembakal Desa Kasiau Kecamatan Murung Pudak, Tabalong beberapa waktu lalu.
Kini setelah tertangkap, Isur yang aslinya warga Marabahan, Barito Kuala itu mengaku menyesal. Apalagi sampai kemarin istri dan dua orang anaknya di Guntung Damar tidak mengetahui dia terlibat komplotan garong dan kini ditahan polisi.

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s