Tiga Bocah Kakak Beradik Hangus

  • Kebakaran di Kuin Utara

Dilaporkan: Dony Usman/Budi Arif/Irfani rahman/Alpri W

Minggu, 20 April 2008

BANJARMASIN- “Allahuakbar…Allahuakbar…Innalillaahi wa inna illahi rojiun,” pekik warga dan para anggota BPK secara bersahutan, ketika menemukan sesosok tubuh bocah yang tewas secara mengenaskan. Anak malang itu terpanggang di antara puing-puing kebakaran yang terjadi di kawasan Gg Rahmat RT16, Jl Kuin Utara, Banjarmasin Utara, Jumat (18/4) sekitar pukul 22.40 Wita.

Lafaz tasbih dan zikir membahana ketika para petugas BPK kembali menemukan dua mayat bocah lainnya dalam kondisi serupa. Semuanya tidak bisa dikenali lagi.
Ketiga mayat bocah itu tak adalah tiga kakak beradik, buah hati pasangan Septianingsih dan Juliansyah, yakni Ahmad Khusairi (8), Rasyid Sulaiman (5) dan Hayatul Nufus (3).
Diduga saat terjadi kebakaran, ketiga bocah tengah tertidur pulas. Lalu, tidak bisa lari keluar kamar lantaran telah terkurung api yang sudah berkobar hebat melumat rumah.
Ibunda ketiga bocah pun dilarikan ke IGD RSUD Ulin karena menderita luka bakar di sekitar kedua belah tangan dan badan bagian atas, saat berupaya menyelamatkan mereka yang terkurung di kamar.
Sementara, Juliansyah, sedang berada di Masjid Sultan Suriansyah. Ia tak mengira sama sekali kalau 3 anak curahan hatinya yang berada di rumah mengalami tragedi mengerikan.
Pada musibah malam itu, sedikitnya lima buah rumah warga yang semuanya berkonstruksi kayu, ludes jadi arang. Masing-masing dihuni keluarga Udin (45), Iriansyah (50), Bahrun (65), Kumidi (90) dan Noor Hasanah (50) yang juga didiami keluarga ketiga bocah.              Sampai berita ini diturunkan, penyebab dari peristiwa kebakaran itu masih belum diketahui pasti dan dalam penyelidikan aparat kepolisian.
Namun, menurut keterangan beberapa saksi mata dari warga sekitar, api pertama kali berkobar diduga dari rumah yang dihuni keluarga Noor Hasanah alias Enor.
“Tahu-tahu api langsung membesar dari rumah Enor itu. Awalnya dari bagian dapur,” ungkap Atet (35), seorang warga yang rumahnya bersebelahan dengan rumah Noor Hasanah dan ikut ludes terbakar.
Kasatreskrim Poltabes, AKP Bahruddin Tampubolon SE SH, mengungkapkan, saat ini pihaknya masih menyelidiki lebih jauh penyebab terjadinya kebakaran malam itu.
“Tapi dugaan sementara dari informasi yang kita peroleh di lapangan, penyebabnya lampu teplok yang digunakan untuk menerangi ayam peliharaan di rumah ketiga bocah malang tersebut,” ujarnya.     Informasi terhimpun, kobaran api terlihat langsung membesar dari rumah Noor Hasanah. Tidak berapa lama, puluhan unit mobil BPK berdatangan. Dan sekitar setengah jam kemudian, api berhasil dipadamkan.
Setelah api padam itulah para petugas BPK mendapat informasi kalau ketiga bocah malang tertinggal di dalam rumah yang terbakar. Pencarian akhirnya berhasil menemukan mereka.
Sementara itu, selain ketiga anak tersebut, Anang Badri (55), warga warga Jl Kuin Utara, Gg Sungai Sugaling RT15 –berada dekat lokasi kebakaran– ikut jadi korban meninggal.
Menurut beberapa warga, pria ini sebelumnya turut berupaya memadamkan kebakaran dekat rumahnya itu. Kemudian ia pun pulang ke rumah untuk menjaga siapa tahu api menjalar ke belakang rumahnya.
Saat di bagian belakang rumahnya, ia terperosok dan jatuh hingga terantuk ulin di bagian leher. Info lainnya, mengatakan, Anang tiada karena terkejut mendengar api membesar.

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s