Sekeluarga Lolos Lompat Jendela

  • Kompleks Dolog Diamuk Api
  • Belasan Rumah di Jelapat Ludes

Dilaporkan: Jumadi/Budi Arif RH

Kamis, 8 Mei 2008

BANJARMASIN- Panji (17) terjaga dari tidurnya ketika hawa panas menyelimuti rumahnya, Rabu (7/5) sekitar pukul 02.00 Wita. Pelajar kelas 3 SMAN 7 itu pun langsung membangunkan ibunya, Ny Misbah.

Alangkah terkejutnya Ny Misbah dan Panji, karena ketika memeriksa untuk mengetahui apa yang terjadi, ternyata kobaran api sudah menjilati rumah mereka yang terletak di Kompleks Dolog, Jl A Yani Km 5,5, Banjarmasin Timur.
Ny Misbah pun langsung membangunkan satu anaknya yang lain dan dua orang keponakannya. Karena sudah terkepung api, mereka pun harus menyelamatkan diri dengan cara melompat lewat jendela.
Keluarga Ny Misbah pun selamat, tapi semua harta bendanya ludes dilalap api, hanya mobil Kijang Kapsul miliknya yang berhasil diselamatkan.
Pakaian pun hanya tinggal selembar di badan, semuanya ludes terbakar, termasuk seragam sekolah milik Panji. Padahal, pagi harinya Panji harus mengikuti ujian sekolah. Terpaksa, Panji pun harus meminjam seragam kepada tetangganya demi mengikuti ujian
“Karena seragamnya terbakar, terpaksa Panji pinjam seragam sama tetangga untuk mengikuti ujian sekolah, karena kebetulan anak tetang saya ini alumni SMA 7 dan seragamnya masih ada,” tutur Ny Misbah.
Data diperoleh Metro di lapangan, selain menghanguskan rumah Ny Misbah, api juga menghanguskan sebuah rumah di Komp Dolog yang digunakan untuk pembuatan jok mobil, serta menjalar ke Gg Karya Nyata RT3 dan kembali menghanguskan lima buah rumah.
Empat dari lima rumah yang terbakar, yakni yang dihuni keluarga Yuli Puji Purwanto, H Rani, Samidri, dan Bustani, luluhlantak tinggal puing.
Sementara, satu rumah lagi yang dihuni keluarga Yati, yang tak lain adalah karyawan Banjarmasin Post Group, hanya sebagian kecil saja yang ikut terbakar.
Nasib keluarga Yuli Puji tak jauh beda dengan keluarga Ny Misbah. Akibat kebakaran itu, semua harta bendanya, termasuk dokumen penting, tidak ada yang bisa diselamatkan, kecuali sebuah sepeda motor.
“Saya baru sekali melihat api sebesar itu, saya bingung dan fikiran saya cuma menyelamatkan keluarga saya. Semua harta benda saya habis terbakar, yang tersisa cuma pakaian selembar di badan,” ungkap Yuli.
Menurut Yuli, saat kejadian, dirinya sedang menjaga kios pancarekenannya di depan gang.
“Waktu saya jaga kios, saya lihat asap mengepul, saya langsung lari, tapi ke gang sebelah, saat saya lihat dari gang sebelah ternyata malah rumah saya yang terbakar,” ujar Yuli.
Kapolsekta Banjar Timur, AKP Kuncoro Andi, melalui Kanitreskrim, Ipda Manaris Hutapea mengungkapkan, api diduga pertama berkobar dari rumah Ny Misbah. Namun penyebabnya masih belum bisa dipastikan.
Belasan Rumah Ludes
Hanya berselang sekitar 30 menit setelah amuk api di Kompleks Dolog dan Gang Karya Nyata, kebakaran juga terjadi di Jl Sorbarjo, Desa Jelapat I RT 5 dan 6, Kecamatan Tamban Batola.
Amuk api terjadi sangat cepat, saat warga tengah terlelap tidur, sehingga hanya sebagian warga yang berhasil menyelamatkan harta benda mereka.
Sebanyak 16 bangunan, terdiri dari rumah maupun warung makan dan kios penjual pakaian ikut ludes. Peristiwa kebakaran terjadi menjelang Rabu (7/5) dini hari sekitar pukul 02:30 Wita. Jumlah KK yang kehilangan tempat berteduh 25 dan 68 jiwa.
Informasi terhimpun, sejak Selasa (6/5) malam sekitar pukul 19:00 Wita, lampu di Desa Jelapat I dan sekitarnya terjadi pemadaman. Sekitar pukul 22:00 Wita, lampu kembali menyala.
Namun, hanya selang 30 menit kemudian, listrik kembali padam, sehingga sebagian warga kembali menggunakan lampu lilin maupun lampu teplok.
Saat sebagian warga tertidur lelap, sekitar pukul 02:00 Wita, lampu kembali menyala. Tidak lama kemudian, sekitar pukul 02:30 Wita, api sudah membumbung tinggi di bagian atap rumah Suparno. Akibat derasnya angin, api cepat membesar.
Beberapa unit mobil BPK, baik yang menggunakan portable maupun mobil kecil, akhirnya berdatangan memadamkan api. Dalam kebakaran itu, hanya sebagian warga yang berhasil menyelamatkan harta benda mereka.
Terpisah Ny Fatmawati, salah satu korban kebakaran, mengatakan dirinya tak sempat menyelamatkan barang -barang miliknya karena sedang bekerja di plywood atau perusahaan kayu lapis.
“Saat kami datang, api telah membakar rumah saya. Beruntung ada anak perempuan saya yang menyelamatkan dua sepeda motor kami,” ungkapnya.
Lain lagi keterangan Helena, mahasiswa Stikes yang merupakan anak Ny Fatmawati mengatakan, api merembet dengan cepat, sehingga tak ada kesempatan warga lain untuk menyelamatkan barang di dalam rumah.
“Begitu ada teriakan api, lampu tampak masih nyala, saya bergegas mengeluarkan sepeda motor. Tak lama kemudian lampu padam. Api merembet cepat membakar rumah kami,” aparnya dengan raut muka sedih.
Kapolres Batola melalui Kapolsek Tamban, AKP Rochim, S.Sos, Rabu (7/5) mengatakan, dari hasil pendataan anggotanya, jumlah rumah yang terbakar 16 buah rumah dan tiga buah lainnya dirusak, dengan tujuan agar api tidak merembet ke tempat lain.
Dari hasil penyelidikan, api diduga berasal dari rumah Suparno, eks karyawan PT Barito Pasifik Timber. Dugaan sementara, api berasal dari lampu teplok atau lilin yang lupa dimatikan.
Diakuinya, pada saat terjadi kebakaran, lampu di tempat itu sudah menyala. “Malam itu lampu padam dan menyala masing-masing dua kali,”ungkap perwira jebolan capa yang murah senyum.

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s